GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) memastikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui monitoring pelaksanaan perbaikan rumah warga di Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi, Senin (15/6/2026).
Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Rika Agustiana, mengatakan pengawasan lapangan dilakukan untuk memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar menghasilkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi penerima manfaat.
Menurut Rika, program Rutilahu bukan sekadar bantuan pembangunan fisik rumah, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.
“Melalui bantuan ini, kami berharap masyarakat dapat memiliki rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Selain bantuan dari pemerintah, semangat gotong royong dan keswadayaan masyarakat menjadi bagian penting agar program ini dapat berjalan optimal,” kata Rika saat meninjau lokasi perbaikan rumah.
Ia menjelaskan, monitoring dilakukan sebagai bentuk evaluasi langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan. Dengan pengawasan tersebut, Disperkim dapat memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana teknis, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
Rika menegaskan, bantuan Rutilahu yang diberikan pemerintah bersifat stimulan. Skema tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan masyarakat dan lingkungan sekitar dalam membantu proses pembangunan rumah penerima manfaat.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan yang diberikan pemerintah, tetapi juga oleh kuatnya partisipasi warga dalam menjaga tradisi gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
“Program ini memang dirancang untuk mendorong kebersamaan. Ketika masyarakat ikut terlibat membantu tetangganya yang membutuhkan, manfaat yang dirasakan menjadi jauh lebih besar dibandingkan sekadar pembangunan fisik rumah,” ujarnya.
Hasil monitoring menunjukkan proses perbaikan rumah di Desa Padaawas berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keterlibatan warga sekitar juga dinilai cukup tinggi sehingga pekerjaan renovasi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Salah seorang penerima manfaat, Amas, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Kabupaten Garut. Ia menilai program tersebut sangat membantu keluarganya yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman, karena bantuan ini sangat membantu memperbaiki kondisi rumah kami. Dengan adanya dukungan masyarakat sekitar, proses perbaikan menjadi lebih mudah dan cepat,” ujar Amas.
Program Rutilahu menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Garut dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat. Selain membantu warga memiliki rumah yang lebih layak huni, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan produktif.
Disperkim Garut berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga manfaat program Rutilahu semakin luas. Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif warga, target penyediaan hunian layak bagi masyarakat Garut diharapkan dapat tercapai secara bertahap. ***



.png)
















