GOSIPGARUT.ID — Kebahagiaan Cica Puspita (15) menyambut hari kelulusan sekolahnya terpaksa tertunda. Siswi kelas 9 SMP Negeri 3 Cisewu, Kabupaten Garut, ini harus terbaring di ruang perawatan rumah sakit akibat luka parah setelah diserang babi hutan, sehingga tidak dapat menghadiri acara pelepasan siswa yang digelar esok hari, Selasa (2/6/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Kampung Sukaati, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tidak hanya Cica, kedua orangtuanya, Rahman (57) dan Ratningsih (53), juga menjadi korban keganasan hewan liar tersebut.
Kepala Desa Panggalih, Wahyu, menceritakan bahwa babi hutan tersebut diduga masuk ke pemukiman warga setelah berlari dari wilayah Sukajaya karena diburu oleh pemburu setempat.
”Kebetulan saat itu ada seorang ibu (Ratningsih) yang sedang berwudhu di kamar mandi. Mungkin si ibu melihat babi hutan itu karena posisi tempat airnya berada di luar, lalu dia terseruduk,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Wahyu melanjutkan, babi hutan tersebut menyeruduk dada Ratningsih hingga terjatuh telentang, lalu menggigit tangannya. Mendengar suara keributan, Rahman bergegas datang mencoba menolong istrinya. Namun, Rahman justru ikut terpelanting setelah dihantam oleh hewan tersebut.
Melihat kedua orangtuanya dalam bahaya, Cica pun memberanikan diri untuk membantu. Malangnya, remaja tersebut justru ikut diserang secara agresif hingga mengalami luka robek di tangan dan jari manisnya putus akibat gigitan babi hutan. Amukan hewan liar itu baru berakhir setelah Akoh, adik dari Rahman, datang melumpuhkannya menggunakan kapak.
Akibat cedera yang diderita, ketiga korban harus dilarikan ke fasilitas medis secara terpisah. Ratningsih, sang ibu, dilaporkan dalam kondisi agak kritis dan dirujuk ke Rumah Sakit Santosa Kebon Jati, Kota Bandung. Sementara itu, Rahman dan Cica kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Welas Asih, Bandung.
Dukungan Pihak Sekolah dan Kepastian Kelulusan
Kabar musibah yang menimpa Cica mengundang simpati mendalam dari pihak sekolah. Pada Senin (1/6/2026), Kepala SMPN 3 Cisewu, Suherlan, langsung bertolak menuju Rumah Sakit Welas Asih untuk menjenguk Cica dan memberikan dukungan moral.
Kehadiran Suherlan tidak hanya untuk mendampingi di masa sulit, melainkan juga untuk menyampaikan secara langsung kabar gembira mengenai hasil akademis Cica. Seharusnya, Cica hadir mengenakan seragam terbaiknya bersama teman-teman seangkatannya dalam upacara kelulusan esok hari. Namun, kini ruang perawatan menggantikan panggung sekolahnya.
Suherlan memastikan bahwa berdasarkan rapat pleno sekolah yang telah diadakan sebelumnya, Cica dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan.
”Hasil sidang kelulusan tanggal 29 Mei, Cica dinyatakan lulus,” terang Suherlan, Senin (1/6/2026).
Suherlan menambahkan, saat dijenguk, kondisi psikologis Cica masih menunjukkan trauma berat akibat insiden mengerikan yang menimpanya dan kedua orangtuanya. Pihak sekolah pun meminta Cica untuk mengesampingkan segala urusan administrasi sekolah dan berfokus sepenuhnya pada proses penyembuhan fisik serta mentalnya.
”Melihat kondisi Cica yang dalam keadaan trauma, kami menyarankan agar dia fokus pada kesehatannya terlebih dahulu, jangan memikirkan masalah di sekolah. Pasti lulus Cica mah,” pungkas Suherlan. ***



.png)















