Berita

FLS3N SD Garut 2026 Resmi Dibuka, Kadisdik: Seni Jadi Ruang Tumbuh Karakter dan Prestasi Anak

×

FLS3N SD Garut 2026 Resmi Dibuka, Kadisdik: Seni Jadi Ruang Tumbuh Karakter dan Prestasi Anak

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 di Aula Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (21/5/2026).

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 di Aula Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (21/5/2026).

Ajang tahunan yang diikuti ratusan siswa dari 42 kecamatan itu menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengasah karakter melalui seni dan sastra.

Kadisdik Kabupaten Garut, Asep Wawan, menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar perlombaan antarsiswa, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan berbudaya.

Dalam sambutannya, Asep mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia untuk menjaring potensi siswa di bidang seni dan budaya.

“Ini kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah banyak menyelenggarakan lomba-lomba untuk para siswa-siswi guna menjaring minat dan bakat mereka,” ujar Asep.

Baca Juga:   Favorita Preanger Basketball League Season 3 Resmi Dibuka, Dispora Garut Dorong Pembinaan Karakter Lewat Olahraga

Ia menilai, pembinaan seni sejak usia sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Melalui proses berkarya dan tampil di depan publik, siswa belajar tentang disiplin, keberanian, kerja sama, hingga menghargai budaya bangsa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan bibit-bibit seni baru dari siswa SD di Kabupaten Garut, sehingga mereka mampu berprestasi mengikuti ajang tingkat provinsi hingga nasional,” kata Asep.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pendidikan, menurut Asep, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan ekspresi anak.

Di akhir sambutannya, Asep menyampaikan apresiasi kepada Bidang SD Disdik Garut serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan hingga berjalan lancar.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan jajaran Bidang SD yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga:   Dinas Pendidikan Garut Pindah ke Kantor Baru, Kadisdik: Gedung Megah Harus Kita Jaga

Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Kabupaten Garut, Ai Sadidah, menjelaskan bahwa peserta FLS3N tahun ini merupakan siswa kelas 3, 4, dan 5 SD yang sebelumnya berhasil menjadi juara pertama di tingkat kecamatan.

Menurut Ai, total terdapat 371 peserta dari 42 kecamatan yang mengikuti tujuh cabang lomba. Cabang seni tari menjadi yang terbanyak dengan 102 peserta, disusul pantomim sebanyak 72 peserta.

Adapun cabang lainnya meliputi gambar bercerita dengan 41 peserta, menyanyi solo 41 peserta, mendongeng 40 peserta, menulis cerita 38 peserta, dan kriya 37 peserta. Perlombaan digelar di sejumlah lokasi, di antaranya Aula Al Musaddiyah, SDN Jayaraga, SDN 4 Pataruman, dan Aula PGRI Tarogong Kidul.

Ai mengatakan, FLS3N memiliki tujuan yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberi ruang kepada siswa agar dapat mengekspresikan bakat, meningkatkan kreativitas, serta membangun karakter yang mandiri dan bertanggung jawab.

Baca Juga:   Reaktivasi Jalur KA Cibatu -- Garut Telan Dana Rp0,78 triliun

Selain itu, FLS3N juga diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif, komunikatif, dan kolaboratif pada peserta didik, sekaligus memperkuat apresiasi terhadap seni budaya Indonesia.

Sejak pagi, suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak hadir didampingi guru serta orang tua. Sebagian peserta terlihat sibuk mempersiapkan penampilan, sementara yang lain mencoba menenangkan diri sebelum tampil membawa nama kecamatan masing-masing.

Bagi banyak siswa, ajang ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan pengalaman berharga untuk belajar tampil percaya diri dan menyalurkan bakat yang selama ini diasah di sekolah. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *