Berita

Pendidikan Garut Masih Tertinggal, Bupati Minta Semua Pihak Bergerak Cepat

×

Pendidikan Garut Masih Tertinggal, Bupati Minta Semua Pihak Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
‎Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan arahan kepada Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan dan Pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, bertempat di Aula Dinsos Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (9/9/2025). ‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim)

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan sektor pendidikan di daerahnya masih menghadapi tantangan serius. Hal itu ia sampaikan saat memberikan arahan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan jajaran pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut di Aula Dinsos Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (9/9/2025).

Syakur menyebut, Garut masih berada dalam kondisi pendidikan yang jauh dari ideal. Menurutnya, kerja sama seluruh pihak menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan.

“Kita berada di kondisi yang tidak ideal serta harus mengejar ketertinggalan. Dan ketertinggalan itu bukan saya yang menentukan, tetapi harus bersama-sama dengan teman-teman,” tegasnya.

Baca Juga:   Stok dan Harga Bahan Pokok di Pasar Malangbong Stabil Jelang Idulfitri, Cabai Rp100 Ribu/Kg

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, Asep Wawan, memaparkan kondisi pendidikan yang menunjukkan kesenjangan cukup lebar dibanding Jawa Barat dan nasional.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Garut berada di angka 69,9, jauh di bawah rata-rata Jawa Barat 74,92, dan menempati peringkat 26 dari 27 kabupaten/kota.

Rata-rata Lama Sekolah (RLS): Garut hanya 7,85 tahun, sementara Jawa Barat 8,87 tahun, menempatkan Garut di peringkat 21.

Harapan Lama Sekolah (HLS): Garut berada di 12,17 tahun, lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat 12,80 tahun, dan berada di peringkat 24.

Baca Juga:   Bupati Garut Larang Warga Tinggal di Bantaran Sungai Cimanuk

Selain itu, Asep menyoroti rendahnya jumlah guru bersertifikat di Garut. Data menunjukkan, 92 persen guru PAUD, 38,15 persen guru SD, dan 45,6 persen guru SMP masih belum memiliki sertifikat pendidik.

Untuk memperbaiki kondisi ini, Disdik Garut telah menargetkan peningkatan IPM menjadi 73,68 pada tahun 2029, serta menaikkan RLS dan HLS. Angka Partisipasi Sekolah (APS) juga ditargetkan mencapai 100 persen untuk SD dan 96,35 persen untuk SMP.

Asep menjelaskan, pihaknya sudah merumuskan 6 program, 18 kegiatan, dan 96 sub-kegiatan. Program itu mencakup Pengembangan Kurikulum, Peningkatan Kualitas Pendidik, hingga Program Keunggulan Pendidikan.

Baca Juga:   Bupati Garut Prioritaskan Kampung Nelayan Merah Putih, Siapkan SPBN, Cold Storage, hingga Rumah Nelayan

“Dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis mutu pendidikan di Garut dapat terus meningkat,” ujar Asep.

Meski begitu, tantangan untuk mengejar ketertinggalan masih besar. Pemerintah Kabupaten Garut pun menegaskan akan menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan dalam beberapa tahun ke depan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *