GOSIPGARUT.ID — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Disdukcapil Garut menggelar layanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui sistem jemput bola (Jembol) di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan fasilitasi identitas dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat guna memastikan warga dengan keterbatasan mobilitas tetap memperoleh hak administrasi kependudukan secara layak.
Dalam pelaksanaannya, tim Disdukcapil Garut menerjunkan personel lengkap beserta perangkat perekaman biometrik mobile untuk melayani penghuni panti secara langsung di lokasi.
Berdasarkan laporan kegiatan, sebanyak tujuh penghuni berhasil diproses datanya. Rinciannya, lima orang menjalani perekaman KTP elektronik baru, sementara dua orang lainnya menjalani proses pelacakan identitas untuk memastikan ketunggalan data dalam database kependudukan nasional.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut, Rena Sudrajat, mengapresiasi sinergi lintas instansi yang dinilai mampu memperluas akses pelayanan publik bagi kelompok masyarakat rentan.
Menurutnya, dokumen kependudukan menjadi pintu utama bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai layanan dasar dari pemerintah.
“Kami sangat menyambut baik sinergi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Saudara-saudara kita yang berada di Griya Harapan Difabel ini memiliki hak konstitusional yang sama atas dokumen kependudukan. Dokumen ini sangat krusial sebagai syarat utama mereka mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, dan program afirmasi lainnya dari pemerintah,” ujar Rena.
Ia menambahkan, berdasarkan evaluasi di lapangan, program jemput bola ke Griya Harapan Difabel akan dijadikan agenda rutin bulanan agar pelayanan terhadap kelompok rentan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, proses jemput bola ke Griya Harapan Difabel ini telah kami tetapkan menjadi program agenda rutin bulanan. Kami pastikan seluruh prosesnya berjalan mudah, cepat, dan 100 persen gratis,” pungkas Rena. ***



.png)



















