GOSIPGARUT.ID — Sebagian ruang kelas SDN Mekarsari 3 di Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dilaporkan ambruk belum lama ini. Insiden yang terjadi di luar jam kegiatan belajar mengajar itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun memicu sorotan terhadap kondisi bangunan sekolah dan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing material bangunan berserakan di dalam ruang kelas yang runtuh. Debu tebal menutupi lantai dan sisa kayu penyangga terlihat patah. Beruntung, saat kejadian tidak ada siswa maupun guru di dalam ruangan.
Sejumlah orangtua murid mengaku kondisi bangunan tersebut sudah lama mengalami kerusakan. Mereka menyebut atap kerap bocor saat hujan, plafon menggantung, serta dinding retak di beberapa bagian.
“Sudah lama rusak. Anak-anak sering dipindahkan kalau hujan karena bocor. Tapi tidak ada perbaikan berarti,” ujar seorang wali murid saat ditemui, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, kekhawatiran orang tua sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun, kerusakan yang ada dinilai tidak segera mendapatkan penanganan menyeluruh hingga akhirnya ruang kelas tersebut ambruk.
Peristiwa ini kemudian memunculkan pertanyaan terkait langkah pencegahan yang telah dilakukan pihak sekolah. Jika kerusakan berlangsung cukup lama, warga menilai semestinya ada upaya perbaikan atau pelaporan intensif kepada dinas terkait guna mencegah risiko yang lebih besar.
Sorotan juga mengarah pada penggunaan Dana BOS. Setiap tahun, sekolah menerima dana dari pemerintah pusat untuk mendukung operasional pendidikan, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana ringan.
Pemeliharaan seperti perbaikan atap bocor, penggantian plafon rusak, maupun perbaikan dinding retak termasuk dalam kategori kebutuhan mendesak. Warga pun mempertanyakan apakah alokasi dana pemeliharaan telah digunakan secara optimal dan sesuai prioritas.
“Transparansi penggunaan anggaran dinilai penting untuk menjawab keraguan Warga. Kami berharap ada penjelasan terbuka mengenai rincian penggunaan Dana BOS dalam beberapa tahun terakhir, khususnya untuk pos pemeliharaan bangunan,” kata seorang warga.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut juga dinilai memiliki peran dalam pembinaan dan pengawasan satuan pendidikan, termasuk memantau kondisi fisik bangunan sekolah. Inspeksi berkala dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kejadian serupa.
Warga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur sekolah, tidak hanya di SDN Mekarsari 3, tetapi juga di sekolah lain yang berpotensi mengalami kerusakan serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait penyebab pasti ambruknya ruang kelas tersebut serta langkah penanganan lanjutan. (Zakariyya)


.png)











