Berita

“Jeruk Lagi…” Curhat Guru di Cisewu Garut soal Menu MBG, Variasi Dinilai Minim hingga Distribusi Terlambat

×

“Jeruk Lagi…” Curhat Guru di Cisewu Garut soal Menu MBG, Variasi Dinilai Minim hingga Distribusi Terlambat

Sebarkan artikel ini
Jeruk selalu ada sebagai komponen menu MBG yang diterima sebuah SD negeri di Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Unggahan singkat seorang guru SD negeri di Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, memantik perbincangan. Dalam status WhatsApp yang diunggah Rabu (11/2/2026), ia menulis dua kata yang sederhana namun sarat makna: “Jeruk lagi…”

Kalimat itu merujuk pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sekolahnya dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Hari itu, paket makanan berisi nasi, tahu, daging ayam broiler, sayur jagung dan wortel, serta jeruk.

Secara komposisi, menu tersebut telah mencakup unsur karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Namun, menurut guru tersebut, jenis buah yang sama terus muncul dalam setiap pembagian MBG selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:   Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, Kades Mekarmukti Galakan Peternakan di Lahan Carik Desa

“Khusus jeruk, selalu ada. Tidak pernah diganti dengan buah lain,” kata dia saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia menilai variasi buah penting agar siswa tidak merasa bosan. Menurutnya, buah bisa diganti secara berkala dengan jenis lain seperti semangka, melon, atau pir agar lebih menarik bagi anak-anak.

“Padahal bisa saja sesekali diganti. Jangan jeruk melulu,” ujarnya.

Tak hanya buah, ia juga menyoroti pola menu yang cenderung berulang. Pada Selasa (10/2/2026), misalnya, siswa menerima nasi, semur telur, jeruk, sayur wortel, dan tempe. Semur telur dan jeruk, kata dia, seolah menjadi menu tetap dalam paket MBG dari SPPG yang berlokasi di Desa Cisewu itu.

Baca Juga:   Parmusi Minta Pemkab Garut Tertibkan Rumah Makan dan Warung Bakso yang Jual Makanan Tidak Halal

Selama program berjalan, lauk berbahan daging disebut baru diberikan sekitar dua kali, yakni daging sapi dan ayam broiler tepung crispy. Selebihnya, komposisi menu relatif serupa dari hari ke hari. Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada antusiasme siswa saat waktu makan bersama.

“Anak-anak juga sering bilang menunya itu-itu saja,” tuturnya.

Persoalan lain yang ikut menjadi catatan adalah distribusi. Ia mengungkapkan, pengiriman MBG ke sekolahnya sempat terlambat hingga mendekati jam pulang sekolah. Akibatnya, siswa harus menunggu lebih lama sebelum menerima makanan.

Baca Juga:   Keluhan Warga Viral, Jalan Rusak Pamalayan–Cikarang di Cisewu Garut Tak Masuk Draf Perbaikan 2026

“Anak-anak sempat dikumpulkan dulu di halaman sekolah sambil menunggu MBG datang. Idealnya dibagikan saat jam istirahat supaya lebih efektif,” katanya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *