GOSIPGARUT.ID — Kawasan Gedung Sate, ikon kebanggaan masyarakat Jawa Barat, kini mulai menunjukkan wajah barunya. Pembaruan gapura dan pagar utama yang tengah dikerjakan Pemprov Jawa Barat sudah mencapai setengah progres, dan wujud barunya mulai tampak jelas bagi siapa pun yang melintas di Jalan Diponegoro.
Perubahan visual ini bukan sekadar sentuhan kosmetik. Gapura dan pagar Gedung Sate sengaja dibangun ulang dengan desain yang lebih tegas, berkarakter, dan kuat merepresentasikan identitas budaya Jabar. Banyak warga yang melintas mengaku sempat tertegun melihat tampilannya yang berubah signifikan.
Desain gapura baru mengadaptasi bentuk Candi Bentar, elemen arsitektur tradisional yang kerap dijumpai pada keraton dan bangunan bersejarah di tatar Sunda. Sentuhan klasik tersebut dipadukan dengan gaya modern sehingga tetap relevan dengan estetika masa kini.
Bagi Pemprov Jabar, pembaruan ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Wujud baru gapura dan pagar Gedung Sate dirancang untuk menegaskan kembali jati diri Jawa Barat — daerah yang maju, modern, namun tetap memegang erat nilai budaya adiluhung.
Ikon yang Lama Menanti Peremajaan
Selama bertahun-tahun, kawasan Gedung Sate belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. Padahal, sebagai wajah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, area ini menjadi salah satu ruang publik yang paling sering dilihat masyarakat maupun para tamu dari daerah lain.
Kini, melalui penataan ulang yang lebih terkonsep, Gedung Sate diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang yang menghidupkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap warisan sejarah dan budaya Sunda.
Setiap detail pembangunan—mulai dari pola ukiran, proporsi gapura, hingga pemilihan material—disebut memuat simbol perjalanan Jawa Barat dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Desain yang tampak sederhana itu sesungguhnya dibangun dengan filosofi mendalam: menegaskan spirit Jabar yang terus melaju tanpa melepaskan akar sejarahnya.
Pemprov Jabar pun mengajak masyarakat untuk menyaksikan perkembangan revitalisasi kawasan ini. Gedung Sate kini tampil lebih megah, lebih rapi, dan lebih “Jabar Pisan”.
Lembur diurus, Kota ditata, Jawa Barat Istimewa. (Yan AS)



.png)











