Berita

Enam Tahun Dibiarkan, Balongsirah “Muntahkan” 20 Ton Eceng Gondok dalam Sehari Pembersihan

×

Enam Tahun Dibiarkan, Balongsirah “Muntahkan” 20 Ton Eceng Gondok dalam Sehari Pembersihan

Sebarkan artikel ini
Tumpukan eceng gondok dan rumput liar dari Balongsirah sedang dinaikkan warga ke atas truk.

GOSIPGARUT.ID — Pagi yang sejuk di Cisewu berubah ramai oleh suara tawa dan gemericik air. Sejak pukul 07.30 WIB, puluhan warga berbaur dengan anggota komunitas senam Rose Club di sumber air bersih Balongsirah, RT 01 RW 01, Desa Cisewu, Kabupaten Garut.

Mereka datang bukan untuk berolahraga, melainkan bergotong royong membersihkan eceng gondok dan rumput liar yang menutup permukaan sumber air itu.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisewu, warga penerima manfaat air bersih Balongsirah, dan Rose Club yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-6 komunitas tersebut.

Baca Juga:   Tokoh Garut Selatan Dukung Langkah “Satset” Bupati Abdusy Syakur Tertibkan Aset Daerah

Hasilnya mengejutkan. Dari kolam seluas 12 are (1.200 meter persegi), terkumpul sekitar 20 ton eceng gondok dan rumput liar—volume yang menggambarkan betapa lama kawasan itu tak tersentuh pembersihan.

“Bayangkan saja, selama enam tahun eceng gondok dan rumput liar dibiarkan tumbuh tanpa kendali. Jadi wajar kalau hasil pembersihan hari ini begitu besar,” ujar Yudiawan Apandi, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cisewu yang mewakili Forkopimcam, kepada GOSIPGARUT.ID, Minggu (26/10/2025).

Baca Juga:   Cetak Rekor Baru: EmasTembus USD $3.015 di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS

Sebanyak 10 truk dikerahkan untuk mengangkut tumpukan eceng gondok itu menuju lokasi pembuangan yang sudah disiapkan. Namun, tanaman air yang selama ini dianggap hama itu tak akan berakhir sia-sia. “Rencananya, eceng gondok dan rumput liar itu akan diolah menjadi pupuk organik,” kata Yudiawan.

Sumber air Balongsirah sendiri dikenal sebagai “Mata Air Seribu” karena debit airnya yang melimpah dan jernih. Namun selama bertahun-tahun, permukaan airnya nyaris tertutup rapat oleh eceng gondok dan rumput liar yang tumbuh liar.

Pagi ini, pemandangan di Balongsirah kembali lega. Air tampak mengalir bebas, sementara warga tersenyum puas melihat hasil kerja mereka. Seorang anggota Rose Club sempat berujar ringan, “Siapa sangka ulang tahun ke-6 kami dirayakan dengan hadiah 20 ton eceng gondok.”

Baca Juga:   Eceng Gondok Menjamur, Situ Bagendit Butuh Alat Pembersih Skala Besar

Dengan gotong royong sederhana itu, warga Cisewu seolah menghidupkan kembali nadi Balongsirah — sumber kehidupan yang selama ini tertimbun diam di bawah rimbun daun-daun air. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Respon (1)

  1. Alhamdulilah balong sirah nantinya akan nampak terlihat lebih bersih dan indah apalagi kalo dikeruk lebih dalam biar airnya kebih banyak dan bisa buat ikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *