Berita

Mahasiswa KKN Universitas Garut Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Mekarwangi

×

Mahasiswa KKN Universitas Garut Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Mekarwangi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Garut melaksanakan program bertema “Wujudkan Desa Ramah Lingkungan Berbasis Edukasi dan Inovasi” di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Garut melaksanakan program bertema “Wujudkan Desa Ramah Lingkungan Berbasis Edukasi dan Inovasi” di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Program ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/9/2025) ini menyasar warga dan siswa sekolah dasar melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik. Mahasiswa menggunakan metode interaktif agar lebih mudah dipahami, khususnya oleh anak-anak.

Tak hanya edukasi, mahasiswa KKN juga menyerahkan fasilitas pendukung berupa rumah botol (ecobrick house) serta bak sampah terpilah yang ditempatkan di Kantor Desa Mekarwangi dan SDN 1 Mekarwangi.

Baca Juga:   Desa Mekarwangi Talegong Benahi Halaman Kantor dengan Bankeu Provinsi Jabar

Rumah botol tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan limbah plastik, sementara bak sampah organik dan anorganik akan membantu masyarakat mempraktikkan kebiasaan memilah sejak dini.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar budaya bersih bisa tumbuh di Desa Mekarwangi,” ujar Nurbudiwati, dosen pembimbing lapangan Universitas Garut.

Baca Juga:   Bupati Garut Minta PGRI Tidak Berpolitik di Pilkada dan Pilpres

Kepala Desa Mekarwangi, Cahdiana, mengapresiasi inisiatif mahasiswa. Menurutnya, program ini sejalan dengan komitmen desa dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong partisipasi warga untuk lebih peduli pada kelestarian alam.

KKN Universitas Garut berharap program ini menjadi warisan positif yang terus digunakan dan dikembangkan, serta dapat menginspirasi desa lain dalam mengelola sampah secara lebih baik. (Yuyus)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *