GOSIPGARUT.ID — Situ Cirompang di Desa Gunungjampang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, memiliki keunikan yang sangat luar biasa. Keindahan alamnya yang memukau dengan air danau yang jernih dan udara yang sejuk.
Situ Cirompang, konon dipercaya sebagai tempat mandinya Prabu Siliwangi. Karena keunikan dan cerita yang sudah dipercaya sejak ratusan tahun tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun pernah datang ke Situ Cirompang.
Kunjungan tersebut dilakukan KDM — sapaan akrab Dedi Mulyadi, saat ia masih menjabat Bupati Purwakarta.
Letak Situ Cirompang berbatasan dengan perkebunan Srikandi. Dulu, wilayah yang mengelilingi situ ini masih berupa hutan belantara yang sangat luas. Namun kini hutan tersebut sudah berubah menjadi perkebunan kopi.
Di sekeliling Situ Cirompang sarat dengan keunikan dan kekayaan alam. Bukan hanya artefak yang ada di wilayah tersebut namun juga kandungan emas di wilayah Cijahe perbatasan Desa Gunungjampang.
Tidak hanya itu, di wilayah sekitar Situ Cirompang ada sebuah tanaman yang disebut pohon joho. Pohon ini memiliki buah yang terasa asam, dan konon pohon Joho hanya ada di wilayah Gunung Jampang.
Situ Cirompang dulu sangat disakralkan dan tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Tetapi kini siapa saja bisa datang berkunjung. Akses menuju lokasi bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua selama sekira 1,5 jam.
Keberadaan Situ Cirompang sebenarnya erat kaitan dengan sejarah Kandangwesi dan merupakan lokasi yang disakralkan. Banyak sekali keunikan dan peninggalan yang ada di wilayah Gunungjampang, diduga kuat menjadi peninggalan sejarah Kandangwesi.
“Untuk mengungkap semua itu dibutuhkan perhatian khusu, baik dari pemerintah (arkeolog) maupun lembaga yang memiliki kepedulian terhadap sejarah,” terang Enang Suwandi, salah seorang tokoh masyarakat Desa Gunungjampang, Senin (14/7/2025).
Menututnya, Kandangwesi yang dulu merupakan daerah tua dengan sebutan “Puseurbumi,” konon dikenal karena memiliki keunikan atau rahasia yang disebut “Sirepeun” dan juga dikenal dengan keahlian di bidang nujum dan ahli membuat pekakas dari besi. Karena keahlian tersebut banyak yang menjadi pembuat pekakas dan menetap di kerajaan.
“Kami sangat berharap ada yang mengungkap rahasia sejarah Kandangwesi karena tidak hanya Situ Cirompang saja yang dipercaya secara turun temurun sebagai lokasi tempat mandinya Prabu Siliwangi, namun banyak peninggalan yang harus diungkapkan oleh para arkeolog. Tujuannya agar generasi yang akan datang tahu dan memahami sejarahnya,” harap Endang.
Di tempat terpisah, ahli sejarah dan nilai tradisonal Kabupaten Garut, Warjita, menyebut bahwa dalam sejarah dan menurut sumber-sumber tradisional, Kandangwesi adalah nama kadaleman/kerajaan kecil/vazal/bagian kerajaan Sunda abad ke 15/16 Masehi.
“Ini berdasarkan sumber tradisional yang berarti berasal dari babad dan cerita lisan semata. Namun dalam sumber sejarah modern sampai sekarang belum ditemukan, baik berupa manuskrif sejaman maupun prasasti,” tutur Warjita.
Meskipun masih membutuhkan waktu untuk mengungkap sejarah Kandangwesi, namun Situ Cirompang sebagai bagian wilayah yang disakralkan mampu menarik para “gegeden”. Selain Dedi Mulyadi, ada juga mantan Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang saat menjabat gencar mempromosikan wisata Situ Cirompang. (Ai Karnengsih)



.png)




























