Berita

Pemkab Garut Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat untuk Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Singajaya

×

Pemkab Garut Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat untuk Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Singajaya

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin (berrompi oranye-biru), meninjau dan berdialog dengan warga terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Sawahjoho, Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Sabtu (6/4/2025). (Foto: Deni Seftiana)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan segera menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan bencana tanah bergerak di Kecamatan Singajaya, termasuk pendirian dapur umum dan penyaluran bantuan yang lebih intensif bagi warga terdampak.

“Kita akan segera menyatakan tanggap darurat sehingga kita bisa membangun dapur umum, karena di sini terlihat masyarakat sini kasihan, dari seminggu mereka tidak berani pulang ke tempatnya karena khawatir tiba-tiba ada pergerakan tanah lagi,” kata Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat meninjau lokasi bencana tanah bergerak yang terjadi di Kampung Sawahjoho, Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Sabtu (6/4/2025).

Syakur menyampaikan bahwa gejala pergerakan tanah sudah terdeteksi sejak 27 Juni 2024, namun belum bersifat masif. “Tadi kami kesini melihat langsung, disampaikan bahwa ada pergerakan tanah. Kami juga ingin mengetahui penyebabnya, karena kami percaya bahwa segala sesuatu pasti ada penyebabnya,” tandas dia.

Baca Juga:   Garut Genjot Penurunan Stunting, Pemkab Targetkan “Zero New Stunting” di 2025

Dalam peninjauan itu, Bupati Syakur menginstruksikan Camat Singajaya dan Kepala Desa Singajaya untuk segera mencari lokasi relokasi yang aman, tidak terlalu jauh dari pemukiman warga, dan memiliki biaya infrastruktur yang terjangkau.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang, bersabar, dan meningkatkan kewaspadaan, serta memohon doa agar situasi segera membaik. Pemerintah Kabupaten Garut telah memberikan bantuan sementara dan akan terus berupaya memberikan bantuan yang lebih maksimal setelah status tanggap darurat ditetapkan.

Baca Juga:   Lelang Online BRI Finance, Berikan Pengalaman Lelang Yang Mudah Untuk Masyarakat

“Saya meminta ke depan, juga tetap masyarakat untuk lebih aware di lingkungannya, terutama tentang menjaga lingkungan supaya hijau, tetap lestari,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Garut juga menyerahkan bantuan sementara secara simbolis kepada warga terdampak.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen dan pelaporan terkait kondisi di lokasi bencana.

Baca Juga:   Tokoh Muda Garut Selatan Ingatkan Agar Memilih Calon Pemimpin yang Tidak Punya Dosa Politik Masa Lalu

“Kami sudah melakukan asesmen dan mencatat bahwa ini memang bencana. Data sementara telah dilaporkan dan akan diverifikasi oleh dinas teknis, termasuk kondisi jalan,” jelas Aah.

Data sementara mencatat, sebanyak 18 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh pergerakan tanah, sementara 29 KK lainnya berada dalam zona terancam. Total masyarakat yang terdampak dan terancam mencapai 47 KK. (Nindi N)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *