GOSIPGARUT.ID — Setelah menemukan banyaknya sampah yang dibuang ke Sungai Cimanuk, volunteer Cimanuk yang dibentuk Yayasan Tangtudibuana minggu ini akan memulai gerakan kampanye bersih-bersih Sungai Cimanuk, khususnya yang melintasi kawasan Kota Garut. Bermacam kegiatan pun telah disiapkan untuk mendorong kepedulian masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
“Sabtu ini kita mulai kampanye bersih-bersih Sungai Cimanuk, dimulai dari pengangkutan sampah yang ada di dua jembatan yaitu Jembatan Leuwidaun dan Jembatan Kerkhof,” jelas Agus Ugeng Suryana, koordinator volunteer Cimanuk, Rabu (15/01/2025) pagi.
Ia menyampaikan selain mengangkut sampah di dua jembatan yang melintasi kota Garut, secara rutin pihaknya juga akan melakukan patroli sungai untuk memantau dan mendokumentasikan titik-titik pembuangan sampah di Sungai Cimanuk dan berbagai kegiatan edukasi lainnya yang difokuskan kepada generasi muda.
“Kita bentuk Volunteer Cimanuk dari kalangan generasi muda agar mereka bisa jadi agen perubahan di masyarakat,” jelas Ugeng.
Ia mengakui, perlu waktu lama untuk mewujudkan Cimanuk yang bebas sampah. Namun langkah kecil harus dimulai dari sekarang dengan melibatkan generasi muda yang kelak menjadi generasi penerus dan terus membangun kesadaran masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.
“Kita berbuat semampu yang kita bisa, ini gerakan moral untuk kita membangun kesadaran masyarakat,” kata Ugeng.
Ditanya soal peran pemerintah dalam upaya mengatasi masalah sampah di Sungai Cimanuk, Ugeng mengaku tidak mau menunggu pemerintah bergerak karena kondisi Sungai Cimanuk sudah demikian rusak. Jika pemerintah mau ikut melakukan upaya-upaya penanggulangan masalah sampah di Sungai Cimanuk, dirinya melihat itu sudah menjadi tanggungjawab mereka.
“Ada dinas yang ngurus khusus soal sampah, sampai ada lembaga pemerintah khusus yang ngurus sungai, tapi kondisinya seperti ini, kita tidak bisa nunggu mereka bergerak. Kita harus mulai dari diri kita, bangun komunitas dan buat gerakan-gerakan penyadartahuan,” tandas Ugeng.
Ia mengaku gerakan bersih-bersih sungai ini dibangun atas kepedulian para volunteer dan aktivis lingkungan di Garut setelah sejak Desember 2024 melihat kondisi Sungai Cimanuk di kawasan perkotaan tercemar sampah, hingga tak ingin nasib Sungai Cimanuk seperti Sungai Citarum di Bandung yang dipenuhi sampah.
Ugeng pun memastikan dengan dukungan para volunteer gerakan bersih-bersih sungai Cimanuk akan terus dilakukan.
Ia berharap, gerakan bersih-bersih sungai Cimanuk ini bisa menjadi gerakan besar yang melibatkan multi stakeholder dari pemerintah daerah hingga pusat, TNI-Polri, dan masyarakat secara luas. Pihaknya hanya berupaya menginisiasi gerakan agar semua pihak bisa ikut peduli dan ikut turun aksi dengan berbagai cara dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
“Kita berharap semua bisa terlibat, kepedulian tidak diukur dari besar kecil gerakannya, yang penting semua peduli dan mau bergerak walau hanya mendoakan,” tegas Ugeng.
Isu sampah Sungai Cimanuk ini, menurut dia, harusnya bisa jadi perhatian semua pihak karena Cimanuk menjadi wajah Kota Garut dan wajah peradaban orang Garut. Karenanya, semua pihak harus ikut bergerak sekecil apapun gerakannya. ***



.png)











