Berita

Jembatan Gantung Penghubung Garut — Cianjur Memprihatinkan

×

Jembatan Gantung Penghubung Garut — Cianjur Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
Jembatan gantung (rawayan) yang menghubungkan Kampung Hegarwangi, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, dengan Kampung Cibengang, Desa Mekarsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. (Foto: Gun Gun Gunawan/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Jembatan gantung (rawayan) di atas Sungai Cilaki, yang menghubungkan Kabupaten Garut dengan Cianjur kondisinya sangat memprihatinkan. Warga sekitar yang selalu menggunakan jembatan itu khawatir rawayan suatu waktu mendatangkan bencana bagi yang sedang melewatinya.

Misalnya, kendaraan roda dua (sepeda motor) yang kerap melewati jembatan itu terperosok dan terjun ke sungai karena papan injakan ban/kaki pada jembatan banyak yang hilang dan rusak. “Saya sering takut terjadi apa-apa kalau sedang menyebrangkan sepeda motor di jembatan ini,” kata Odang, salah seorang warga.

Menurut warga Kampung Hegarwangi, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur ini, jembatan gantung yang menghubungkan kampung tempat tinggalnya dengan Kampung Cibengang, Desa Mekarsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, itu sangat dibutuhkan sebagai satu-satunya akses penghubung warga setempat.

Baca Juga:   Meriahkan HUT Kemerdekaan RI, Pemuda Pancasila Cisewu Gelar Baksos dan Aneka Permainan

“Rawayan ini merupakan jalur hidup yang menghubungkan dua desa di dua kabupaten. Setiap hari selalu digunakan sebagai penyebrangan sepeda motor yang membawa orang dan barang hasil bumi,” ujar Odang.

Hal senada disampaikan warga lainnya Ade Gunawan. Menurut dia, kondisi jembatan rawayan sepanjang 50 meter itu rusak parah, rawan terjadi kecelakaan bagi orang atau kendaraan yang tengah melintas.

Baca Juga:   Desa Panggalih Usulkan Bantuan Peningkatan Jalan ke Pemprov Jabar Senilai Rp3,9 Miliar

“Kami mengharapkan kepada pemerintah, baik dari Kabupaten Garut maupun Cianjur untuk memperhatikan dan segera memperbaiki kondisi jembatan yang sudah rusak itu. Jangan sampai terjadi bencana dulu, baru perbaikan dilakukan,” kata dia.

Ditambahkan Ade, kepedulian warga untuk perbaikan dan kenyamanan jembatan itu sudah sering dilakukan. Namun, karena dana terbatas, perbaikan dilakukan seadanya. Maka tak heran jika kemudian dalam waktu singkat jembatan itu kembali rusak.

Baca Juga:   Dapur Makan Bergizi Gratis Ketiga Hadir di Cisewu, Sasar 1.500 Siswa di Tiga Desa

“Mungkin kalau diperbaiki dengan dana dari pemerintah, kondisinya akan lebih bagus ketimbang hasil swadaya masyarakat,” katanya. (TSN/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *