Berita

Pedagang Pasar Mawar Minta Disiapkan Tempat Relokasi yang Aman

×

Pedagang Pasar Mawar Minta Disiapkan Tempat Relokasi yang Aman

Sebarkan artikel ini
Sebagian bagunan di Pasar Mawar Garut sudah dibongkar karena dibangun di atas lahan milik PT KAI. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah pedagang di Pasar Mawar, Kecamatan Garutkota, Kabupaten Garut, yang sudah beberapa hari tidak berjualan karena terdampak pembangunan rel kereta api (KA) meminta pemerintah daerah menyiapkan tempat relokasi pedagang ke tempat yang nyaman dan aman, karena saat ini pedagang bingung mencari tempat baru.

“Sampai sekarang para pedagang di sini tidak tahu mau direlokasi ke mana, katanya mau ke Pasar Jagal, tapi seperti apa teknisnya belum tahu,” kata Endang, salah seorang perwakilan pedagang yang sudah membongkar kiosnya di Pasar Mawar, Garut, Selasa (05/03/2019).

Pedagang daging ayam ini mengaku sudah membongkar kiosnya sejak lima hari lalu, karena kondisi pasar sudah tidak nyaman setelah petugas PTKAI membongkar beberapa material bangunan pasar tersebut.

Baca Juga:   Menelusuri Jalur Kereta Api yang Akan Direaktivasi Gaya Seniman Garut

Pasar Mawar yang sejak 2004 sebagai tempat berjualan itu, kata Endang, saat ini sudah tidak dapat digunakan lagi karena akan dijadikan jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut Kota. “Kami inisiatif membongkar sendiri karena tempatnya sudah tidak nyaman jualan, pembeli juga sudah sepi,” katanya.

Endang menyebutkan, ada 300 kios yang berjualan di Pasar Mawar atau di lahan milik PT KAI tersebut, sebanyak 50 kios sudah dibongkar oleh pemiliknya, sedangkan sisanya masih bertahan untuk berjualan.

Baca Juga:   Progres Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut Sudah Selesai 100 Persen dan Siap Digunakan

Kondisi Pasar Mawar saat ini, kata dia, sudah sebagian dibongkar bagian atapnya oleh petugas PT KAI, bahkan jalan masuk ke pasar sudah ditutup menggunakan gerbang besi. “Dulu ditutup kanopi, tapi sekarang sudah dibongkar,” ujar Endang.

Selain pedagang, pemilik rumah sekitar Stasiun Garut, Euis mengaku bingung rumahnya yang sudah dibangun senilai Rp180 juta harus dibongkar karena berada di lahan milik PT KAI yang saat ini akan digunakan kembali oleh PT KAI.

Ia berharap, pemerintah daerah memperhatikan masyarakat yang terdampak pembangun rel kereta api tersebut untuk mencari tempat tinggal baru yang nyaman dan aman. “Jangan asal bongkar saja, pemerintah harus memperhatikan warga yang terdampak pembangunan rel, karena tidak mudah mencari rumah kontrakan,” katanya.

Baca Juga:   Menhub: Proyek Reaktivasi Jalur KA Cibatu - Garut Selesai pada 2019

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT KAI telah merencanakan akan mengaktifkan kembali jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal. (Ant/Yus)

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *