GOSIPGARUT.ID — Tiap desa di Jawa Barat (Jabar) saat ini masih kekurangan tenaga dokter. Jumlah kebutuhannya masih terbilang tinggi, yakni mencapai 61 persen per 2021 lalu.
Kendati demikian, telah terjadi peningkatan di setiap tahunnya sejak 2019 lalu, dimana ketika itu jumlah desa di Jabar yang memiliki dokter baru sekitar 1.480. Sedangkan, pada 2021 jumlah meningkat sekitar 2.082 desa.
Merujuk data dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, ada dua desa dengan jumlah dokter terbanyak pada 2021 lalu yakni Dayeuhkolot, Kabupaten Subang dengan 75 orang. Girimukti, Kabupaten Sumedang sejumlah 50 orang.
Sementara, ada sekitar 19 kota/kabupaten yang masih belum tersedia dokter di desanya. Paling tinggi, kekurangan dokter terbanyak di antaranya Kabupaten Garut dengan 305 desa, Kabupaten Kuningan 270 desa, Kabupaten Cianjur 266 desa, Kabupaten Tasikmalaya 257 desa dan Kabupaten Sukabumi 246 desa.
“Sektor kesehatan merupakan salah satu sektor yang penting terkait dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Alhamdulillah seiring waktu, ketersediaan dokter sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di desa juga semakin bertambah dan meningkat,” kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, belum lama ini.
“Di beberapa titik, kondisinya memang masih memerlukan tenaga kesehatan ini, semoga seiring waktu bisa terpenuhi dengan baik sesuai kebutuhannya,” sambung dia. (IK)


.png)









