GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan Ikatan Alumni Insitut Teknologi Bandung (IA ITB) Jawa Barat terus berkolaborasi khususnya dalam bidang keilmuan teknokratik.
“Nah tentu, teknokratik, pemikiran-pemikiran teknokratik itu penting,” ucap dia, saat menghadiri acara rapat kerja daerah IA ITB Jawa Barat di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu malam (1/10/2022).
Rudy memaparkan, Kabupaten Garut memiliki pertumbuhan ekonomi yang masih belum cepat. Maka dari itu, ia berharap selain dalam bidang teknokratik, Pemkab Garut dan IA ITB juga bisa berkolaborasi di bidang yang lain.
“Saya berharap kita berkolaborasi apalagi Garut ini mempunyai persoalan. Garut dari dulu laju pertumbuhan ekonominya selalu satu digit di bawah Jawa Barat, kalau Jawa Barat 5 maka Garut 4,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum IA ITB Jawa Barat, Jalu Pradhono Priambodo mengungkapkan sebelumnya IA ITB Jawa Barat pernah mendapat kritik, di mana pada awalnya perkumpulan ini dianggapnya terlalu Bandung Centris. Maka dari itu, Jalu memaparkan bahwa salah satu tahap awal yang ingin dilakukannya adalah langkah agar IA ITB Jawa Barat bisa men-Jabar.
Untuk merealisasikan hal tersebut, pada masa pandemi pihaknya melaksanakan program vaksinasi yang digelar di beberapa kabupaten di Jawa Barat yaitu Tasikmalaya, Cirebon, Bogor, dan Bandung Barat.
“Termasuk pelaksanaan rakerda kali ini, kami sengaja memilih Kabupaten Garut sebagai (tempat) pelaksanaan pertama dilakukan secara offline. Karena tahun lalu suasana pandemi kami melakukannya secara online,” ucapnya.
Dalam rakerda kali ini, Jalu juga berterimakasih kepada Bupati Rudy Gunawan yang telah mengizinkan IA ITB Jawa Barat untuk menggelar rakerda di Kabupaten Garut.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum (Waketum) IA ITB Pusat, Denda Alamsyah menyampaikan bahwa salah satu program pengurus IA ITB Pusat adalah connecting the dots, yang berarti adalah bagaimana IA ITB dapat menghubungkan titik-titik yang berserakan. Yaitu dengan menghubungkan para alumni yang berasal dari profesi yang berbeda.
“Ada yang di pemerintahan, ada yang di swasta, ada yang ngurus olahraga, ada yang ngurus kampus, ada yang ngurus penyiaran, ada yang ngurus Bandung TV, dan yang lain sebagainya. Ini harus disambungkan,” ucapnya.
Selain itu, Denda mengatakan program IA ITB Pusat lainnya adalah Indonesianisme, atau kalau di Jawa Barat bisa disebut dengan Jawa Baratnisme.
“Kalau di Garut, Garut kan salah satu di Jawa Barat saya rasa Garut ini bisa menjadi salah satu yang bisa kita dorong untuk bagaimana Jawa Baratnisme ini pembangunannya. Kemudian IPM-nya dan lain sebagainya meningkat, yang kebetulan gubernurnya adalah alumni kita,” pungkasnya. (Yan AS)



.png)




















Respon (1)