Berita

Sejahterakan Mustahik, Baznas Kembangkan Balai Ternak di Garut

×

Sejahterakan Mustahik, Baznas Kembangkan Balai Ternak di Garut

Sebarkan artikel ini
Peternakan domba. (Ilustrasi/Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan program Balai Ternak dengan memberdayakan para mustahik untuk meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan kehidupannya. Salah satu lokasi yang dilakukan pengembangkan ini terdapat di Kampung Cimayid, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd. Nasir Tajang mengatakan, pengembangan Balai Ternak Baznas ini dilakukan dengan memadukan konsep pembibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.

“Konsep pemberdayaan ini dilakukan dengan pemberian modal usaha dengan hewan ternak berupa domba. Tak berhenti di situ, demi mengembangkan para peternak, Baznas juga melakukan pelatihan-pelatihan, dan pendampingan, serta bantuan pemasaran hewan ternaknya dengan harapan perekonomian para mustahik bisa meningkat,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga:   Kedes Cisewu Seperti Terhipnotis oleh Kades Panggalih Sampai Mau Pinjamkan Uang BLT Rp37,5 Juta

Nasir menambahkan, di lokasi tersebut sebanyak 423 ekor domba dikelola oleh 45 kepala keluarga pada pengembangan program tahap awal ini. Rinciannya adalah 180 ekor domba induk betina, 18 ekor domba pejantan, dan 225 ekor bakalan.

“Perputaran bisnis penggemukan bakalan terjadi sebanyak tiga kali dalam setahun. Jumlah yang dijual setiap kali panen sebanyak 100 ekor. Dengan demikian dalam setahun terjadi penjualan bakalan jantan hasil penggemukan sebanyak 300 ekor. Domba tersebut dipasarkan untuk kebutuhan pasar lokal maupun kebutuhan Jabodetabek,” ujar dia.

Baca Juga:   Siswi SMP di Garut Juara Pencak Silat Tingkat Asia -- Eropa

Nasir menjelaskan, pendapatan mustahik akan meningkat setiap bulannya dari Rp 1.635.000 menjadi Rp 2.213.333. Jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Garut tahun 2019 (Rp 1.807.285), penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 22,5 persen. Selain itu jika dibandingkan dengan Garis Kemiskinan Nasional tahun 2018 (Rp 1.601.613), penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 38,2 persen.

Selama program berjalan, Baznas akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal dua tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis beternak, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis.

Baca Juga:   Pemkab Garut Terjunkan Tim Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba di Hotel

“Dengan peningkatan pendapatan para mustahik, program Balai Ternak Baznas ini diharapkan bisa ikut membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Pendampingan yang dilakukan Baznas secara intensif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, kelembagaan, dan spiritual,” kata Nasir. (ROL/FJ)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *