GOSIPGARUT.ID — Seiring dengan banyaknya permintaan pasar akan porang, petani di Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, kini ramai-ramai menanam tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri itu. Padahal sebelumnya, para petani tersebut sedang giat menanam kapolaga atau paneli.
Ketua kelompok petani porang di Desa Cisewu, Yudi Layung, mengatakan, jumlah petani yang sejak tiga bulan terakhir ramai-ramai menanam porang jumlahnya mencapai sekitar 85 orang. Para petani tersebut, tergabung dalam wadah bernama Gapocis (Gabungan petani porang Cisewu).
“Jumlah segitu baru untuk Desa Cisewu saja, belum satu kecamatan (Kecamatan Cisewu) yang terdiri dari sembilan desa. Kalau di tiap desa ada 85 petani yang menanam porang, maka se-Kecamatan Cisewu ada 765 orang,” terang dia, Selasa (29/12/2020).
Yudi menuturkan, ramainya para petani di Desa Cisewu menanam porang terjadi setelah ke daerahnya banyak bandar (tengkulak) dari kota berdatangan menanyakan umbi tanaman itu dan sanggup membelinya dengan harga lumayan. “Kira-kira tiga bulanan yang lalu lah, sejumlah petani sepakat untuk menanam porang,” katanya.
Yudi menambahkan, meski belum lama, dalam sebulan terakhir petani di Desa Cisewu langsung membentuk komunitas yang dinamai Gapocis. Itu dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi antarpetani.
“Di Desa Cisewu tidak sedikit petani yang memiliki kebun porang seluas 1 sampai 1,5 hektare. Tapi ada pula yang menanam porang di luas lahan di bawah 1 hektare,” ujar dia.
Yudi melanjutkan, untuk menanam porang tersebut, para petani mendapatkan benih Amorphophallus muelleri dengan cara mencari umbinya di hutan-hutan. Mengapa demikian? Karena selama ini belum ada pihak yang khusus menyediakan benih porang.
“Kalau tidak mencari sendiri, ya kami menyuruh orang untuk mengumpulkan umbi porang dari hutan dengan imbalan Rp40 ribu per kilogram,” tuturnya seraya menjelaskan, umbi porang dalam bentuk kripik kering dihargai oleh bandar Rp120 ribu per kilogram.
Sebagaimana diketahui, umbi porang banyak dicari karena mimiliki banyak manfaat seperti untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang. (Deni Malik)



.png)








