Berita

Ketua FGS Tahu Koleganya Terpapar Covid-19 dari Dinas Kesehatan Garut

×

Ketua FGS Tahu Koleganya Terpapar Covid-19 dari Dinas Kesehatan Garut

Sebarkan artikel ini
Ketua FGS Hj. Nina Herlina. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Ketua Forum Garut Sehat (FGS), Hj. Nina Herlina mengakui tahu soal koleganya (salah seorang pengurus FGS) terpapar Covid-19 setelah diberitahu pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Garut untuk melakukan penyemprotan disinfektan termasuk penyemprotan mobil dinas FGS.

“Kalau masalah yang positif terpapar Covid-19, saya tahunya setelah diberitahu oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan disinfektan termasuk penyemprotan mobil dinas FGS. Sekira pukul 20:00 WIB (Minggu malam) saya diberitahu identitas pasien tersebut,” terang pengusaha Chocodot itu.

Nina menyarankan anggota FGS yang positif terpapar melakukan protokol kesehatan sesuai anjuran tim medis, serta istirahat agar bisa cepat sembuh seperti sedia kala.

Baca Juga:   Dari 30 Kasus Positif Covid-19 di Garut, 2 Pasien Masih Isolasi Mandiri

Sementara menyoal rencana study banding FGS dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut ke Pulau Bali, dijelaskan Nina, sebetulnya sudah direncanakan sebelumnya dan sering tercancel karena benturan jadwal. Semula dijadwalkan Selasa (24/11/2020) dan baru akan dilaksanakan pada Rabu (2/12/2020).

“Sebelumnya FGS dan PKK sudah melaksanakan study banding ke Bali dan rencana dengan Dinas Kesehatan baru akan direalisasi Rabu (2/12/2020). Kita memilih Bali karena Bali sudah maju dan meraih penghargaan di bidang kesehatan sehingga ilmunya bisa diterapkan untuk kemajuan kesehatan di Kabupaten Garut,” papar Wakil Ketua 3 PKK Kabupaten Garut itu.

Baca Juga:   Memasuki Tahun 2022, Seorang Bayi Asal Caringin Garut Selatan Positif Covid-19

Selama pandemi Covid-19, menurut Nina, FGS pun terbatas melakukan aktifitas. Semua kegiatan maupun rapat dilakukan secara work for home (WFH) dan zoom meeting, kecuali untuk hal yang urgen baru dilakukan langsung itupun terbatas hanya 4 orang pengurus saja.

“Kita perlu banyak belajar dari Bali yang sudah maju di bidang kesehatan. Sementara di Kabupaten Garut, kesadaran dan perilaku hidup sehat masih memprihatinkan. Itu tercermin dari budaya membuang sampah dan memelihara kebersihan lingkungan yang masih jauh dibandingkan dengan masyarakat Bali,” ujar dia.

Baca Juga:   Dua Warga Bangladesh di Garut Positif Covid-19, Keduanya Diminta Segera Diisolasi

Nina menjelaskan, sebagai Wakil Ketua 3 PKK Kabupaten Garut yang bertanggung jawab di 10 Kecamatan di Kabupaten Garut sering menerima keluhan tentang kurangnya kesadaran masyarakat seperti masih membuang sampah sembarangan dan perilaku hidup bersih, sehingga perlu ditumbuhkan kesadaran yang lebih tinggi lagi agar kebiasaan dan pola hidup bersih menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *