GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong, mengimbau agar seluruh pihak yang berperan dalam menunjang pendidikan terhadap anak tidak memaksakan diri untuk belajar dalam jaringan atau online.
Apalagi sampai terjadi kasus pencurian smartphone yang dilakukan oleh orang tua demi anaknya bisa belajar online. Lebih baik tidak memaksakan diri dengan mencari alternatif lain.
“Kalau ada anak tidak bisa belajar online ya ada cara lain jangan memaksakan, kan ada strategi lain,” kata Totong, Jumat (7/8/2020).
Ia juga menyampaikan bahwa kejadian seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Kepala Sekolah atau guru bisa menggunakan dana BOS.
“Jangan sampai kejadian kemarin, jangan memaksakan, buku kan ada dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tinggal ngambil saja, ada guru kunjung juga biasa keliling tinggal komunikasi orang tua dengan sekolah,” ucap Totong.
Menurutnya, capaian efektivitas belajar melalui daring tidak lebih dari 40 persen, selebihnya menggunakan sarana luar jaringan atau offline, melalui program belajar di TVRI, radio, kunjungan guru.
“Fasilitas buku juga sangat tersedia, satu anak satu buku dikali sekian mata pelajaran dikasih, ada di sekolah tanggal dipelajari. Penggunaan sarana belajar dengan hape hanya salah satu saja, jika tidak bisa jangan memaksakan,” tambah Totong.
Ia pun meminta agar peran koordinator wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan di tiap kecamatan agar lebih berperan aktif dalam mengupdate masalah-masalah yang terjadi untuk dicari solusi.
“Korwil agar lebih baik kinerja, lebih sering mengecek ke lapangan, melihat kondisi sekolah, kondisi peserta didik di wilayahnya apalagi di situasi pandemi saat ini. Jadi korwil jangan banyak diam di kantor, tapi ke lapangan,” ujar Totong. (Rol)



.png)















