Berita

Ratusan Warga Garumukti “Ubyag” di Hulu Sungai Cibatarua Pamulihan, Untuk Apa?

×

Ratusan Warga Garumukti “Ubyag” di Hulu Sungai Cibatarua Pamulihan, Untuk Apa?

Sebarkan artikel ini
Ratusan warga Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut "ubyag" (beramai-ramai) turun memperbaiki saluran air Pasirkohkol di hulu Sungai Cibatarua. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Ratusan warga Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, “ubyag” (beramai-ramai) turun memperbaiki saluran air Pasirkohkol di hulu Sungai Cibatarua. Meski hanya berjarak sekira 7 kilometer untuk menuju lokasi saluran air tersebut, tapi bukan hal yang mudah karena jalan Ciangkrong yang terjal dan berupa tanah menyulitkan kendaraan melewatinya.

Keberadaan saluran air Pasirkohkol sangat dibutuhkan warga Desa Garumukti, karena merupakan salah satu saluran air yang mampu mengairi lahan warga seluas 200 hektare. Menjelang musim kemarau, seluruh warga bergotong-royong memperbaiki saluran air agar bisa mengairi sawah mereka.

“Saat musim hujan, saluran air tidak digunakan. Namun menjelang musim kemarau baru dibersihkan karena rawan tertutup longsor dan bebatuan sehingga menyumbat arus air,” ungkap Kades Garumukti, Ede Sukmana, saat memimpin warga desa bergotong-royong, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga:   Pantau Informasi Corona, Setiap RT di Desa Garumukti Diberi Smartphone

Tradisi warga Desa Garumukti dalam bergotong-royong masih tinggi. Sehingga saat diajak turun untuk memperbaiki sarana dan fasilitas umum, semua warga langsung sigap dan meninggalkan kepentingan pribadi demi bisa ikut bergotong-royong.

“Budaya gotong-royong masih sangat tinggi. Ini harus tetap dipelihara walau saat ini ada sebagian warga yang enggan ikut bergotong-royong dengan alasan tidak mendapatkan Bansos, sehingga yang wajib bergotong royong adalah yang mendapatkan Bansos saja,” tambah Ede.

Baca Juga:   Kampung Cileuleuy, Masuk ke Garut Tapi Akses Jalan Mulus ke Bandung

Ia terus memotivasi warga untuk tetap memelihara budaya gotong-royong serta memelihara rasa tanggungjawab dan rasa memiliki. Sehingga setiap bentuk pembangunan masyarakat ikut bertanggungjawab untuk membangun, memiliki, dan memeliharanya.

Saluran air Pasirkohkol sepanjang tiga kilometer sering rusak tertimbun longsoran tanah. Satu-satunya cara yang efektif, kata Ede Sukmana, adalah dengan menggunakan pipa paralon agar jika tertimbun longsor air tetap mengalir. Sayangnya, biaya pipanisasi membutuhkan anggaran cukup besar.

Baca Juga:   Terjadi Longsor di Jalan Penghubung Empat Desa Garut Selatan

Pihaknya, jelas dia, sedang mengupayakan pelebaran jalan menuju Ciangkrong agar jalan selebar tiga meter yang kini kondisinya hanya berupa batu dan tanah bisa dilakukan pelebaran menjadi enam meter. Pun kini sedang diusulkan pembangunan jalan menggunakan aspal atau rabat beton. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel Iklan
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *