GOSIPGARUT.ID — Sudah tiga hari PGRI Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, melakukan aksi sosial dalam menghentikan penyebaran virus corona, yakni penyemprotan disinfektan ke sejumlah lembaga pendidikan di kecamatan itu.
Bahkan di hari ketiga, Selasa (31/03/2020), penyemprotan tidak hanya lembaga pendidikan yang menjadi sasarannya, melainkan Pasar Banyuresmi pun tidak luput dari sasaran penyemprotan.
Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi, Ma’mun Gunawan, mengatakan bahwa di hari ketiga ini hanya beberapa satuan pendidikan dan pesantren yang belum mendapatkan penyemprotan disinfektan. Karena tinggal sedikit lagi, maka pihaknya hanya menurunkan dua tim dan juga langsung menyasar ke pasar.
“Seperti pada dua hari sebelumnya, kegiatan penyemprotan kali ini pun dibantu oleh pihak Koramil dan Polsek Banyuresmi,” jelas Ma’mun, Selasa (31/3/2020).
Ia menerangkan, dalam semua kegiatan yang dilakukan PGRI Banyuresmi, pihaknya selalu berkoordinasi dan melaporkannya kepada Forkompimcam Banyuresmi. Dan dalam sejarah perjalanan kepengurusan PGRI, sudah hal yang biasa melakukan kegiatan bersama Forkompimcam.
“Jadi sudah engga canggung. Pengurus PGRI dengan Forkompimcam itu berkawan sangat dekat. Saling membantu itu hal yang tidak aneh,” ujar Ma’mun.
Terkait dengan penyemprotan untuk rumah-rumah masyarakat, ia mengatakan itu di luar ranah PGRI. Kalau hanya membantu, pihaknya siap saja. Tapi kalau harus melakukan penyemprotan, rasanya ada pihak lain yang lebih berwenang.
“Terkecuali kalau penyemprotan untuk rumah pengurus dan anggota PGRI, hal ini sedang kami pertimbangkan,” kata Ma’mun.
Ia menegaskan, bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan PGRI Banyuresmi tidak memungut sepeser pun dana kepada sekolah, masjid, dan pesantren, karena ini adalah kegiatan bakti sosial kemanusiaan. PGRI Banyuresmi punya dana kas yang cukup untuk membiayai kegiatan penyemprotan tersebut.
“Duit PGRI itu kan milik anggota, hasil iuran anggota. Jadi wajar kalau dalam situasi musibah nasional seperti saat ini, dana itu kami gunakan untuk upaya keselamatan anggota saat bekerja nanti disekolah,” ungkap Ma’mun.
Untuk diketahui, di Kecamatan Banyuresmi terdapat 50 SD, 15 SMP, 3 SMA, 6 SMK, 87 PAUD/TK, 22 RA, 5 MA, 12 MI, 9 MTs negeri dan swasta.
***



.png)










