GOSIPGARUT.ID — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Garut resmi menetapkan Ricky Priyatno sebagai Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Garut dalam rapat presidium yang digelar di Rumah Makan Cisitu, Copong, Jumat (19/6/2026). Keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat oleh seluruh anggota presidium yang hadir.
Terpilihnya Ricky menandai dimulainya kepemimpinan baru KAHMI Garut di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah dan dinamika sosial-politik yang berkembang. Organisasi alumni HMI itu diharapkan dapat semakin berperan sebagai mitra strategis dalam memberikan gagasan dan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Garut.
Dalam keterangannya kepada GOSIPGARUT.ID, Senin (22/6/2026), Ricky menegaskan bahwa KAHMI tidak boleh hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Menurut dia, kader-kader KAHMI yang kini berkiprah di berbagai sektor memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman, integritas, dan kepemimpinan dalam setiap ruang pengabdian.
“Kader KAHMI yang tersebar di berbagai lini sektor masyarakat harus terus menebar nilai-nilai iman, Islam, dan ihsan sehingga dapat menjadi panutan umat. Begitu pula bagi para kader yang berada di institusi publik sebagai pengambil kebijakan. Jabatan bukan sekadar amanah, melainkan sebuah tanggung jawab transenden, baik kepada sesama manusia maupun secara ilahiah,” ujar Ricky.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan pada hakikatnya merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, sebagaimana pesan dalam hadis yang menyebutkan bahwa setiap pemimpin bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.
Soroti Tata Kelola Pemerintahan Garut
Selain menyampaikan arah organisasi ke depan, Ricky turut menyoroti sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Garut. Salah satunya adalah pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut dia, kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan menjadi masukan berharga untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Kualitas komunikasi adalah kunci utama. Pemerintah tidak hanya dituntut untuk mengakomodir aspirasi, tetapi juga harus mampu memberikan reaksi yang solutif,” katanya.
Ricky juga menilai reformasi birokrasi perlu terus diperkuat melalui penerapan sistem merit yang konsisten. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pemerintahan yang profesional, objektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.
Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, ia mendorong lahirnya berbagai inovasi dan terobosan pembangunan yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, keterbukaan pemerintah terhadap dunia usaha, akademisi, dan elemen masyarakat sipil menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Masyarakat tidak semata-mata menjadi objek pelayanan, melainkan juga subjek pembangunan yang memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan daerah,” ujar Ricky.
Jaga Regenerasi dan Soliditas Organisasi
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris MD KAHMI Garut, M. Yayat Ruhiyat, mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi melalui proses kaderisasi yang berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa alumni HMI memiliki tanggung jawab untuk mewariskan pengalaman, ilmu pengetahuan, dan jejaring kepada generasi berikutnya agar organisasi tetap tumbuh dan relevan menghadapi perkembangan zaman.
“Para alumni HMI sejatinya harus menjaga mata air perkaderan yaitu dengan mentransformasi ilmu pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki agar organisasi tetap berkesinambungan dan solid,” tutur Yayat. ***



.png)
















