GOSIPGARUT.ID — Video Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, saat menyampaikan refleksi di hadapan para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menjadi sorotan dan memunculkan beragam tafsir di ruang publik.
Video tersebut direkam dalam kegiatan siraman rohani rutin usai apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut pada awal pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Putri menyampaikan refleksi atas satu tahun masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Garut.
Sejumlah pihak kemudian menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk kritik internal terhadap kinerja birokrasi.
Pendiri Madrasah Kolaborasi (Makola), Agus Alfas, menilai pernyataan Putri Karlina seharusnya dimaknai sebagai refleksi moral, bukan serangan terhadap pihak tertentu.
“Memaknai apa yang disampaikan Wakil Bupati dalam video itu, harus juga melihat konteks waktu dan tempat pesan itu disampaikan, agar tidak salah memaknainya,” ujar Alfas dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026) malam.
Menurut dia, forum siraman rohani merupakan ruang yang tepat untuk melakukan perenungan bersama. Dalam konteks tersebut, Putri dinilai mengajak para pejabat untuk mengevaluasi diri dan memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Alfas secara tegas meminta agar pernyataan tersebut tidak ditanggapi secara emosional.
“Jadi jangan ada yang baper dengan apa yang disampaikan Putri, termasuk Bupati jangan baper. Maknai apa yang disampaikan Putri sebagai kesadaran moral untuk mengajak para pejabat mewujudkan Garut Hebat,” katanya.
Alfas menambahkan, refleksi tersebut tidak terlepas dari perjalanan Putri selama satu tahun menjabat. Menurut dia, Putri maju dengan pengalaman pemerintahan yang relatif terbatas, tetapi memiliki gagasan dan cita-cita besar untuk membangun Garut.
Setelah satu tahun menjabat, lanjut Alfas, muncul kesadaran bahwa sejumlah target belum sepenuhnya tercapai. Hal itu dinilai sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam dinamika pemerintahan daerah.
“Saya melihat, kesadaran moral yang tumbuh diikuti dengan hikmah. Putri mengambil hikmah dari satu tahun perjalanannya menjadi Wabup. Hikmah ini yang seharusnya dikapitalisasi menjadi modal untuk tahun kedua,” ujarnya.
Alfas juga menegaskan bahwa beragam pemaknaan atas pernyataan Putri merupakan hal wajar dalam ruang publik. Namun, ia menilai respons tersebut sekaligus dapat menjadi tolok ukur bagi Putri untuk membaca peta dukungan dan kolaborasi di internal pemerintahan.
Alfas berharap refleksi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pimpinan daerah dan jajaran birokrasi dalam merealisasikan visi dan misi pembangunan Kabupaten Garut. (Ary)



.png)






