Berita

Menunggu Sejak Tengah Hari, Siswa SDN Bojong 2 Baru Terima Makan Bergizi Gratis Pukul 15.00

×

Menunggu Sejak Tengah Hari, Siswa SDN Bojong 2 Baru Terima Makan Bergizi Gratis Pukul 15.00

Sebarkan artikel ini
Siswa SDN Bojong 2 Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut menunggu pasokan MBG hingga sore.

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah siswa SDN Bojong 2, Kecamatan Banjawangi, Kabupaten Garut, terpaksa menunggu pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siang hari. Makanan yang dinanti-nantikan sejak pukul 12.00 WIB itu baru tiba pada pukul 15.00 WIB, Selasa (13/1/2026).

Pantauan wartawan di sekolah yang berlokasi di Kampung Cimenyan, Desa Bojong, para siswa tampak berkumpul di halaman sekolah. Mereka duduk dan berdiri berkelompok, ditemani seorang guru pria, sambil menunggu kedatangan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Keterlambatan pasokan MBG tersebut bukan kali pertama terjadi. Seorang pria yang juga berada di lokasi menyebutkan, kondisi serupa kerap dialami siswa. “Biasanya jam dua juga belum datang. Kasihan anak-anak, masa jam segini baru tiba makanannya,” ujarnya.

Baca Juga:   Garut Siapkan Hilirisasi Jagung, Rencana Pabrik Pakan Ternak Masih Tunggu Kajian PT Agrinas

Dalam perbincangan singkat dengan wartawan, guru yang mendampingi siswa mengaku tidak mengetahui penyebab keterlambatan distribusi MBG. “Saya hanya bagian menunggu saja,” katanya singkat.

Ketika ditanya apakah sudah merasa lapar, para siswa menjawab serempak, “Lapar!” Mereka mengaku telah menunggu sejak pukul 12.00 WIB. “Sekarang jam tiga,” ujar salah satu siswa, polos.

Baca Juga:   Tak Kuat Menanjak, Truk Pembawa Pasir Terguling di Banjarwangi, Menimpa Kebun Warga

Sementara itu, kepala sekolah tidak berada di tempat saat kejadian. Menurut keterangan guru, kepala sekolah tengah mengikuti rapat terkait program MBG di tingkat kecamatan.

Keterlambatan pasokan MBG hingga sore hari ini memunculkan keprihatinan. Program yang sejatinya ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi dan konsentrasi belajar siswa justru membuat anak-anak harus menahan lapar berjam-jam. Warga berharap sistem distribusi serta kinerja dapur SPPG dapat segera dievaluasi agar kejadian serupa tidak terus berulang. (Aka Sudrajat)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *