Jawa Barat

Jabar Bangun Listrik dari Sampah, Langkah Berani Ubah Masalah Jadi Energi Masa Depan

×

Jabar Bangun Listrik dari Sampah, Langkah Berani Ubah Masalah Jadi Energi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Pembangkit listrik tenaga sampah.

GOSIPGARUT.ID — Di tengah meningkatnya krisis energi dan menumpuknya gunungan sampah di berbagai daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih langkah yang tak biasa: mengubah sampah menjadi sumber listrik. Melalui proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL), Jabar berambisi menjadi provinsi pertama yang benar-benar memanfaatkan “masalah klasik” itu menjadi solusi berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyebut proyek ini bukan sekadar urusan teknologi pengolahan limbah, tetapi bagian dari strategi besar menciptakan sistem energi cerdas dan ramah lingkungan.

“Langkah ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tapi membangun sistem energi yang berkelanjutan dan andal untuk masa depan,” ujar Ai kepada wartawan, baru-baru ini.

Tahap awal pembangunan PSEL difokuskan di dua wilayah dengan volume sampah terbesar: Bogor dan Bekasi. Keduanya dinilai paling siap, baik dari segi lahan maupun timbulan sampah yang mencapai 1.000 ton per hari.

Baca Juga:   120 Anggota DPRD Jabar Periode 2024--2029 Resmi Dilantik, Berikut Nama-namanya

“Di tahap awal, yang sudah siap dibangun salah satunya di (TPA) Galuga untuk wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, serta di kawasan Bekasi,” kata Ai.

Selain dua kawasan itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan rencana serupa di TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, untuk melayani aglomerasi wilayah Cianjur, Purwakarta, Karawang, Subang, bahkan Sukabumi. Namun, proyek ini masih dalam tahap kajian mendalam.

Kendala Lahan dan Arah Gubernur

PSEL Sarimukti menghadapi tantangan utama: keterbatasan ruang dan status lahan milik Perhutani. “Oleh karena itu, kami akan meminta arahan Gubernur. Kalau memang Sarimukti jadi dibangun, kami perlu perluasan area,” jelas Ai.

Baca Juga:   Jelang Penetapan UMK 2024, Pj Gubernur Jabar Imbau Semua Pihak untuk Sabar dan Menahan Diri

Untuk mendukung pengolahan 1.000 ton sampah per hari, dibutuhkan lahan sekitar 10 hektare. Karena itu, sejumlah daerah seperti Cianjur dan Karawang kini menawarkan lokasi alternatif.

“Ada calon lokasi lain yang kami pertimbangkan, di Cianjur dan Karawang. Semua opsi terbuka selama memenuhi syarat teknis dan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, kawasan Bandung Raya akan tetap mengandalkan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, yang sebelumnya masuk proyek strategis nasional berdasarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018.

“Untuk wilayah Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat, pengelolaan akan tetap terpusat di Legoknangka,” tegas Ai.

Proyek Legoknangka kini tinggal menunggu surat penugasan dari Menteri ESDM kepada PLN untuk menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Jika dokumen itu rampung, konstruksi ditargetkan mulai tahun depan.

Baca Juga:   Pasca Ricuh, Pemprov Jabar Benahi Fasilitas Umum di Bandung

Meski proyek sempat tertunda sembilan bulan karena proses administrasi di Kementerian ESDM, Ai tetap optimistis.
“Secara teknis semuanya sudah siap. Kami hanya butuh dukungan penuh dari semua pihak agar target bisa berjalan,” ujarnya.

Langkah Jawa Barat ini bisa jadi momentum penting: menjadikan sampah — selama ini dianggap beban — sebagai sumber daya energi baru. Di saat banyak daerah masih sibuk mencari tempat pembuangan akhir, Jabar memilih menciptakan masa depan yang bersih dan bertenaga. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *