Berita

BGN Kawal Ketat Program Gizi di Jawa Barat, Kepala Dapur Jadi Garda Terdepan

×

BGN Kawal Ketat Program Gizi di Jawa Barat, Kepala Dapur Jadi Garda Terdepan

Sebarkan artikel ini
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayudha (kanan) bersama Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, pada optimalisasi pemantauan dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat di Mercure Hotel Garut, Rabu (27/8/2025).

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah pusat terus memacu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Upaya ini ditegaskan Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayudha, saat memimpin optimalisasi pemantauan dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat.

Acara yang digelar di Mercure Hotel Garut, Rabu (27/8/2025), itu menjadi momentum strategis untuk memastikan distribusi makanan sehat berjalan sesuai standar. “Program ini adalah prioritas pemerintah untuk mencetak generasi yang sehat, kuat, dan pintar,” ujar Dadang.

Ia menekankan, keberhasilan MBG bukan sekadar soal anggaran atau logistik, melainkan komitmen pada kualitas. “Komposisi makanan harus terukur: karbohidrat, serat, dan protein. Dan itu semua tanggung jawab kepala dapur di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Baca Juga:   Jadwal Layanan SIM Keliling Wilayah Garut Hari Senin 23 Mei 2022

BGN memastikan pemantauan dan pengawasan dilakukan secara berkala demi menjaga efektivitas program, kualitas bahan pangan, hingga transparansi penggunaan anggaran. “Kami ingin program ini tidak hanya berjalan, tapi memberi dampak nyata bagi anak-anak,” tambah Dadang.

Apresiasi datang dari Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana. Ia menilai MBG adalah investasi masa depan bangsa. “Kalau anak-anak kita cukup gizi, mereka akan tumbuh cerdas. Ini bekal penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga:   Penglihatan Nyaman, Gaya Maksimal: KCMTKU Hadirkan Kacamata Stylish & Terjangkau

Lebih jauh, Nurdin menyoroti peran program ini dalam menekan angka stunting. “Ketika anak tidak stunting, perkembangan otaknya optimal. Inilah yang kita harapkan dari kolaborasi dengan BGN,” pungkasnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *