DI sebuah sudut Kabupaten Garut, kota yang lekat dengan sebutan “Kota Dodol”, nama Ade CS Kartos barangkali tak asing bagi para penggiat media lokal. Ia bukan sekadar wartawan. Ia adalah saksi hidup pasang surutnya dunia pers daerah — dan seorang pejuang kata yang tak mudah menyerah meski berkali-kali terpukul oleh kenyataan.
Ade memulai langkahnya sebagai jurnalis di surat kabar Galura, bagian dari grup media Pikiran Rakyat. Di sana, ia belajar menyulam informasi menjadi berita yang berbobot, belajar keras di bawah tekanan deadline, dan memahami arti menyuarakan kebenaran.
Namun darah jurnalistiknya tak berhenti di balik meja redaksi. Bersama rekannya, Asep Saeful Anwar, Ade melahirkan surat kabar Harapan Rakyat — media cetak lokal pertama yang terbit di Garut pasca-reformasi.
“Kami ingin menyuarakan keresahan masyarakat Garut, membangunkan kesadaran publik pasca tumbangnya rezim lama,” kenang ayah dari Fridealis Journal dan Trabela Sikdanaura ini.
Namun idealisme saja tidak cukup. Harapan Rakyat hanya bertahan empat tahun. Seperti banyak media kecil lainnya, kendala permodalan jadi batu sandungan. Tapi Ade tak menyerah. Ia kembali bangkit dengan surat kabar Aktualita kemudian Gosip Garut News (GGN). Sayangnya, keduanya pun berumur pendek.
“Setelah keduanya mati suri, saya benar-benar merasa kehilangan. Jiwa saya tetap jurnalis, tapi saya tak punya ruang lagi untuk menulis, untuk menyuarakan kebenaran,” tuturnya, suara lirih tapi tak kehilangan semangat.
Di tengah kegelisahannya, Ade merenung. Ia sadar, zaman telah berubah. Media cetak perlahan ditinggalkan. Internet menjadi panggung baru bagi informasi. Maka, dengan sisa semangat dan tekad yang masih menyala, ia melahirkan Gosip Garut Online pada Februari 2009.
Tak disangka, media ini lahir berbarengan dengan gelombang demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh aktivis Gerakan Garut Menggugat (G3). Saat banyak media lokal memilih diam, Gosip Garut Online justru hadir sebagai suara alternatif, menyuarakan aspirasi warga yang menuntut reformasi birokrasi.
“Media ini lahir dari keresahan, dan ditopang oleh semangat perlawanan. Tak ada modal besar, hanya semangat dan keyakinan,” ucapnya sambil tersenyum.
Kini, Gosip Garut Online menjadi salah satu media daring lokal yang tetap eksis di tengah derasnya arus informasi digital. Dari layar kecil di gawai masyarakat Garut, suara-suara lokal kembali mendapat tempat. Dan di balik semua itu, berdiri sosok Ade CS Kartos—seorang wartawan yang menolak kalah oleh zaman. (Gilang Rumpaka)

.png)











