Berita

Sejak Berdirinya FKRD di Sukamukti, Kondisi Remaja di Dekat Objek Wisata Situ Bagendit Jadi Begini

×

Sejak Berdirinya FKRD di Sukamukti, Kondisi Remaja di Dekat Objek Wisata Situ Bagendit Jadi Begini

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Kegiatan remaja desa.

GOSIPGARUT.ID — Sejak berdirinya Forum Komunikasi Remaja Desa (FKRD) di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, kondisi remaja di desa yang berada sekitar kawasan objek wisata Situ Bagendit mengalami perubahan cukup signifikan.

Mereka yang tadinya memiliki sikap dan prilakunya membuat orang tua atau masyarakat khawatir, kini lebih kondusif, positif, dan berdaya. Demikian dikatakan Kepala Desa Sukamukti, Dadan Hamdani, saat ditemui pada Gelar Karya dan Pentas Seni, di aula desa, Minggu (27/7/2025).

”Ketika sudah ada di FKRD mereka pun lebih aktif lagi dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat pembangunan maupun pemberdayaan yang ada di desa. Jadi mereka ketika perencanaan terlibat dalam musyawarah-musyawarah desa, kemudian dalam menyampaikan usulan dan lain-lain,” ucapnya.

Baca Juga:   Legislator Asal Garut Diangkat Jadi Penasihat Kebijakan Pembangunan Pemkab Cirebon

Menurut Dadan, remaja di desanya banyak yang bergabung di FKRD di bawah bimbingan Yayasan Semak, yang mengajarkan bagaimana berorganisasi, bagaimana persoalan gender, soal pernikahan anak, kesehatan reproduksi, dan yang lainnya.

Ia menuturkan, FKRD sangat membantu dalam pembangunan desa, terutama membantu edukasi dan sosialisasi soal pernikahan dini, sunat perempuan, stunting, kekerasan terhadap anak dan perempuan.

”Para pemuda itu sangat membantu sekali, salah satunya sekarang untuk menghadapi 17 Agustus sudah mempersiapkan kegiatan PHBN yaitu peringatan HUT RI 17 Agustus,” imbuh Dadan.

Baca Juga:   Jelang Libur Panjang, Polres Garut Gelar Tes Urine untuk Pengemudi Angkutan Umum

Sementara itu, Ketua FKRD Sukamukti, Siti Zaenab, mengatakan, Gelar Karya dan Pentas Seni yang digelar organisasinya kali ini diikuti peserta cukup banyak, mulai dari usia taman kanak kanak, hingga usia remaja dari tiap tiap RW yang ada di desanya .

Disebutkannya, sejak FKRD berdiri 4 tahun lalu bayak kegiatan yang biasa dilakukan oleh para anggota.

” Untuk kegiatan biasanya ada dampingan harian, ada juga kita mengikuti beberapa pelatihan, ada pelatihan public speaking, pelatihan tentang kesehatan reproduksi, pelatihan tentang pencegahan perkawinan anak. Kegiatan sosial mungkin kita pernah ada melakukan Puskesmas remaja tempatnya di tengah-tengah situ Bagendit,” tutur Siti.

Baca Juga:   Aep Saepudin: Pendidikan di Garut Maju Kalau Pengurus Dewan Pendidikannya Berlatarbelakang Pendidik

Ia mengatakan, ada beberapa kegiatan di Puskesmas remaja mulai dari kesehatan dalam tubuh seperti penambahan darah untuk perempuan. Selain itu ada pula penjelasan gender dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

”Penting memahami tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan, setiap kegiatan itu melibatkan remaja. Insyaallah anaknya yang share langsung ke orang tuanya gitu,” ucap Siti.

Ia memungkas, kegiatan yang dilakukan FKRD tidak hanya melibatkan remaja yang masih sekolah atau kuliah, tapi juga yang putus sekolah. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *