GOSIPGARUT.ID — FLS3N 2025 (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) merupakan kompetisi seni dan sastra tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Setelah berlomba di 5 cabang FLS3N tahun ini, SMPN 1 Garut Kota akhirnya berhasil menyabet gelar juara umum dengan menjadi juara di cabang tari kreasi tradisional, musik ensamble, dan pantomim.
“Kami selaku kepala sekolah mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing sekaligus pelatih. Memang ini perjuangannya juga saya lihat, saya dampingi. Persiapannya selama 3 bulan. Walaupun singkat, tapi meluangkan waktunya juga hampir tiap hari, bahkan hari libur pun latihan. Sehingga terciptalah prestasi yang membanggakan ini,” ungkap Kepala SMPN 1 Garut Kota, R Yusup Satria Gautama, S.Pd, usai pelaksanaan hari pertama lomba FLS3N, di Gedung Islamic Center, Jalan Pramuka Senin (26/5/2025).
Lanjut Yusup, raihan juara umum oleh siswa siswinya itu bukanlah sim salabim, tapi melalui usaha dan kerja keras pelatih dan para siswa, serta dukungan orang tua siswa yang luar biasa. Ia juga memperhatikan juklak, juknis pelaksanaan lomba agar tidak menyalahi aturan.
Tema utama FLS3N 2025 adalah “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri” dengan fokus pada “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Kompetisi ini diselenggarakan untuk menggali potensi siswa dalam bidang seni dan sastra, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya.
“Saya lihat semua peserta dari berbagai sekolah penampilannya bagus bagus, tapi yang namanya lomba memang harus siap menang dan siap kalah. Kami memang menggunakan para pelatih profesional sesuai bidangnya, ada yang dari lingkungan sekolah, ada juga yang dari luar sekolah,” tutur Yusup.
Atas raihan prestasi tertinggi sekolahnya itu berhak menjadi wakil Kabupaten Garut ke lomba FLS3N tingkat provinsi Jawa Barat. Karena itu pihaknya akan mengevaluasi performa anak didiknya, dengan memperbaiki kelemahan.
“Kami akan memanggil para pembimbing, pelatih untuk memperbaiki kesalahan kesalahan yang mungkin terjadi saat lomba tingkat Kabupaten Garut itu. Nanti akan kami musyawarahkan, karena prestasi ini telah membawa baik sekolah dan Kabupaten Garut ke tingkat provinsi,” imbuhnya
FLS3N tingkat Kabupaten Garut ini masih akan berlangsung hingga besok, masih ada 2 cabang lagi yang akan dilombakan, yakni karate dan solo vokal. Yusup berharap, siapapun yang menang harus diterima semua pihak.
Ditambahkannya, saat ini ada anak didiknya yang akan tampil di hadapan Menteri Dikbudristek di Jakarta, yang dihadiri pula Kadisdik dan Bupati Garut untuk menerima penghargaan. Dinda adalah siswa yang mewakili Jawa Barat bersama peserta asal Kota Banjar di lomba Festival Tunas Bahasa Ibu. (Yuyus)

.png)











