GOSIPGARUT.ID — Kepolisian Resor (Polres) Garut menerjunkan tim trauma healing ke Kecamatan Cibalong pasca insiden meledaknya amunisi kadaluarsa di Kampung Cimerak, Desa Sagara, yang menewaskan 13 orang, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat setempat.
Kegiatan yang difokuskan kepada anak-anak di wilayah terdampak itu berlangsung Kamis (15/05/2025). Tim trauma healing akan bekerja langsung dengan warga, memberikan konseling, serta mendampingi mereka dalam proses pemulihan mental.
Mereka juga memberikan pendampingan psikologis melalui metode interaktif dan edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti berbagai sesi seperti ice breaking, permainan (games), serta pemberian motivasi guna membantu mereka mengatasi trauma.
Selain itu, anak-anak juga diberi bingkisan berupa mainan dengan harapan dapat membangkitkan keceriaan dan rasa bahagia, yang penting untuk memulihkan kondisi emosional anak agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Kabag Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Garut, AKP Wien Christyaningsih, mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memulihkan semangat anak-anak agar dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman dan penuh keceriaan di lingkungan mereka.
“Kami menyadari bahwa dampak psikologis dari kejadian ini sangat besar, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang tinggal di sekitar lokasi. Oleh karena itu, kami membentuk tim trauma healing yang terdiri dari psikolog, tenaga medis, dan petugas kepolisian untuk memberikan dukungan,” ujar dia.
Wien menambahkan, Polres Garut berkomitmen untuk terus menghadirkan pendekatan humanis dalam menangani dampak insiden yang berpotensi menimbulkan gangguan psikologis, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat, Kapolsek, dan Ketua TP PKK Kecamatan Cibalong, sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan, pemerintah setempat, dan elemen masyarakat dalam mendukung pemulihan pasca kejadian. ***


.png)












