Berita

Pasar Ceplak Garut Kini Sepi Pengunjung, Penyebabnya Karena Banyak Pengemis dan Pengamen

×

Pasar Ceplak Garut Kini Sepi Pengunjung, Penyebabnya Karena Banyak Pengemis dan Pengamen

Sebarkan artikel ini
Salah satu pusat jajanan kuliner di Garut, Pasar Ceplak. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pasar Ceplak, salah satu tempat jajanan legendaris di Kabupaten Garut, kondisinya kini mulai sepi pengunjung. Menurut Wakil Bupati Garut Putri Karlina, salah satu penyebabnya yakni ketidaknyamanan pengunjung karena banyaknya pengamen hingga pengemis di lokasi tersebut.

“Saya kan mengamatilah di masyarakat bahwa Ceplak ini mulai sepi. Keluhannya ya banyak faktor, salah satunya adalah ketidaknyamanan pengunjung ketika makan, karena terkenal banget baru satu suap sudah dateng, terus suka maksa entah pengamen, entah pengemis. Terus yang jadi matters (penting) lebih beratnya lagi adalah anak anak,” ujar Putri, Senin (10/3/2025).

Ia mengungkapkan, bahwa untuk menciptakan rasa nyaman di Pasar Ceplak, pihaknya bersama tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Cepat Tanggap Hebat (CTH) melakukan penertiban terhadap pengamen hingga pengemis di area Pasar Ceplak, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu dan Minggu (8-9/3/2024).

Baca Juga:   Destinasi Wisata Pantai Selatan Garut Sepi Pengunjung Saat Libur Natal 2022

Selain itu pihaknya pun akan dilakukan usaha-usaha promosi untuk menaikkan kembali pamor Pasar Ceplak.

“Mungkin ada yang mengeluhkan harga Ceplak terlalu mahal untuk PKL, nah makanya selain intervensinya kita evaluasi lagi harga. Saya juga mulai mengintervensi kalangan menengah ke atas untuk mau datang ke Ceplak, akan ada beberapa program susulan entah program kebersihannya dan lain lain,” ungkap Putri.

Baca Juga:   Angka Kemiskinan Garut 2023 Kembali ke Satu Digit, Ini Target Rudy Gunawan di 2024

Adapun beberapa anak-anak yang kemarin sempat diamankan dalam penertiban pengamen dan pengemis di Pasar Ceplak, imbuh dia, pihaknya langsung menelusuri asal-usul anak-anak tersebut dan juga mengedukasi orangtua dari anak-anak tersebut.

“Jadi gini saya kerja sama sama Pak Kasatpol PP di ke Dinsosin dulu, tapi yang kemarin yang anak-anak itu saya telusuri, saya ikutin dulu, ini orang tuanya mana, kalau sindikatkan berarti ya biar Satpol PP yang ngurus ditelusuri. Tapi ada yang kemarin saya dapet emang orang sekitar, kita intervensi orang tuanya, ya agak di-press sedikitlah namanya (eksploitasi) ke anak kejahatan, mau gamau kan mereka harus diedukasi ya,” ucap Putri. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *