GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 95 guru bimbingan konseling (BK) jenjang SMP di Kabupaten Garut mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut di di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, selama tiga hari (1 Juli hingga 3 Juli 2024).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, menjelaskan bahwa latar belakang diadakannya kegiatan itu adalah untuk mengatasi masalah perundungan atau bullying di satuan pendidikan, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru bimbingan konseling dan membangun komunikasi yang baik antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.
“Tujuan utama acara ini adalah menciptakan pendidikan berkualitas dan membangun komunikasi yang baik antara sekolah, siswa, dan orang tua demi terciptanya pendidikan yang selaras antara pendidikan di rumah oleh orang tua dan pendidikan di sekolah oleh para guru,” jelas Ade Manadin.
Sementara Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin, yang membuka kegiatan itu, pada Senin (1/7/2024), mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pendidikan di Kabupaten Garut.
“Pendidikan itu adalah kebutuhan dasar. Jadi tidak ada manusia yang akan melakukan kebaikan tanpa pendidikan. Tidak ada hal yang bisa berubah tanpa pendidikan,” ungkapnya.
Barnas menekankan pentingnya pendidikan dalam pembangunan masyarakat. Ia percaya bahwa pembangunan daerah akan berhasil jika masyarakat mendapatkan pendidikan yang memadai.
“Pendidikan harus diperoleh mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan. Semua negara, termasuk Indonesia, telah mengkaji pentingnya pendidikan ini,” lanjutnya.
Menurut Barnas, pemenuhan sumber daya manusia yang baik, terutama guru, sangat penting untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal.
“Termasuk perangkat-perangkat urusan kesekolahan, baik itu kepala sekolah, petugas administrasinya, termasuk juga mungkin guru BK,” tuturnya. (Nindi N)



.png)





