Olahraga

Pertandingan Sepakbola Cilawu Kontra Bungbulang Diwarnai Kericuhan, Akibat Buruknya Kepemimpinan Wasit?

×

Pertandingan Sepakbola Cilawu Kontra Bungbulang Diwarnai Kericuhan, Akibat Buruknya Kepemimpinan Wasit?

Sebarkan artikel ini
Pertandingan babak kualifikasi (BK) Porkab Garut, antara Kecamatan Cilawu kontra Kecamatan Bungbulang yang dimainkan di Lapang SOR Merdeka Kerkhof, Selasa 25 Juni 2024, berkali-kali diwarnai kericuhan antar pemain dan official kedua tim.

GOSIPGARUT.ID — Pertandingan babak kualifikasi (BK) Porkab Garut, antara Kecamatan Cilawu kontra Kecamatan Bungbulang yang dimainkan di Lapang SOR Merdeka Kerkhof, Selasa 25 Juni 2024, berkali-kali diwarnai kericuhan antar pemain dan official kedua tim.

Hal ini diakibatkan buruknya kepemimpinan wasit dan asisten wasit yang keputusannya merugikan kedua tim tersebut. Padahal jalannya pertandingan cukup baik dan enak ditonton.

“Waduh wasitnya parah pisan, saya dikartu kuning apa kesalahan saya?” sesal Pelatih Kecamatan Cilawu, Aas yang tiba tiba dikartu kuning wasit Junaedi.

Baca Juga:   Umuh Muchtar Kurang Setuju Jika Kompetisi Dilanjutkan Meski Tanpa Penonton

Sementara itu, pelatih Kecamatan Bungbulang yang dua kali masuk ke lapangan saat terjadi keributan dan saat merayakan gol dibiarkan tanpa peringatan, apalagi dikartu kuning.

Keputusan Asisten wasit 1, Rustandi yang mengangkat bendera pertanda offside ketika pemain sayap kiri Cilawu bernomor punggung 12 berupaya mengejar bola dari garis tengah, sedang pemain belakang lawan masih berada di depan kotak penalti. Hal ini langsung diprotes pemain bersangkutan justru dikartu kuning.

Baca Juga:   Pelaksanaan Porkab Garut Diundur Hingga Tahun 2021 karena Pandemi Covid-19

Kesalahan kesalahan fatal dari perangkat pertandingan Kecamatan Cilawu vs Bungbulang itu, bukan hanya menyebabkan keributan berkali-kali, akan tetapi juga memancing emosi para pemain kedua tim, sehingga merusak jalannya pertandingan akibat para pemain bermain kasar yang ditandai dengan kartu kuning dan kartu merah.

Keributan juga terjadi beberapa saat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbarengan dengan aksi penjaga gawang Bungbulang membuka baju kostumnya di dalam lapangan, tetapi dibiarkan wasit maupun AW 2 yang ada didekatnya.

Baca Juga:   Persiapan Porkab Garut Telah Capai 95 Persen, Opening Ceremony Akan Digelar 21 Juli di Lapangan Merdeka Kerkof
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *