Jawa Barat

28 Kecamatan di Jabar Alami Bencana Kekeringan, 13 Ada di Bogor dan 6 di Garut

×

28 Kecamatan di Jabar Alami Bencana Kekeringan, 13 Ada di Bogor dan 6 di Garut

Sebarkan artikel ini
Seorang warga melintasi lahan sawah yang dilanda kekeringan akibat kemarau di Desa Cibiuk Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (4/08/2019). (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 23 Agustus 2023 sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami bencana hidrometeorologi kekeringan di 28 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten, Provinsi Jabar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya yang disiarkan Jumat (25/8/2023), mengatakan solusi jangka pendek dilakukan pemerintah daerah terdampak dengan distribusi air bersih kepada warga.

Merespons kondisi kekeringan di wilayah, BPBD bekerja sama dengan PDAM dalam pendistribusian air kepada warga. Di samping itu, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lahan warga yang terdampak. Luas lahan terdampak kekeringan masih dalam proses pendataan.

Baca Juga:   BPBD Garut Nyatakan Enam Rumah Terdampak longsor di Bungbulang Harus Direlokasi

Sebanyak 19.464 KK membutuhkan bantuan air bersih. Total 525.500 liter air bersih telah didistribuskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

Wilayah terdampak kekeringan antara lain Kabupaten Bogor, Bekasi, Sukabumi, Bandung Barat, Garut, Cirebon, Subang, Ciamis, Majalengka, Karawang dan Pangandaran. Wilayah kecamatan terbanyak yang mengalami kekeringan di Kabupaten Bogor dengan total 13 kecamatan.

Ketiga belas kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Jasinga, Citeureup, Babakan Madang, Jonggol, Rancabung, Ciseeng, Cibungbulang, Sukajaya, Cisarua, Leuwisadeng, Tanjungsari, Cariu, dan Tenjo.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari di enam kecamatan yang terdampak kemarau.

Baca Juga:   Jujun Juansyah Menilai FKP Sangat Membantu Program Konservasi Sumber Daya Air di Garut

“Pemerintah daerah melakukan upaya menyiapkan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan air,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh.

Ia menuturkan Pemkab Garut sudah melakukan antisipasi bencana kekeringan dengan menyiapkan personel dan truk tangki air dari PDAM, PMI, damkar, dan dinas sosial yang diturunkan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau tahun ini

Pemkab Garut, kata Aah, sudah menetapkan status darurat bencana, kemudian bersiap menetapkan status tanggap darurat bencana yang semua jajaran pemerintah daerah bergerak bersama untuk menanggulangi masalah kekeringan.

Baca Juga:   Jabar Istimewa: Gubernur Dedi Mulyadi Konsisten Tertibkan Bangunan Liar demi Alam

“Sekarang kita sedang persiapan status tanggap darurat bencana, wilayah yang terdampaknya saat ini dilaporkan ada enam kecamatan,” katanya.

Aah menyebutkan, kecamatan yang sudah dilanda kekeringan dan masyarakatnya kesulitan air bersih yakni Kecamatan Peundeuy, Cigedug, Malangbong, Cikelet, Bungbulang, dan Selaawi.

Daerah itu, kata dia, mengusulkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak.

“Enam kecamatan itu usulannya untuk pembangunan sumber air, kedua pengiriman air, ditanggap darurat ini pada masalah pengiriman air, kita sporadis secara usulan,” ujar Aah. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *