GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut saat ini sedang melakukan penelitian terkait keberadaan pangkalan gas subsidi di lapangan, terutama mencari kebenaran tentang adanya pangkalan fiktif.
“Pangkalan gas di Garut saat ini tercatat ada 1.400 pangkalan. Dengan jumlah tersebut, jika dengan hitungan data desa dan kelurahan sebanyak 442, maka setiap daerahnya rata-rata memiliki tiga pangkalan,” ujar dia, Rabu (5/4/2023).
Rudy menuturkan, adanya tiga pangkalan di tiap desa maka akan memudahkan masyarakat mendapatkan gas subsidi dengan harga yang sesuai harga eceran tertinggi (HET). Jadi tidak perlu membeli di warung yang bisa jadi harganya lebih mahal atau sampai Rp30 ribu per tabung.
“Kalau memang 1.400 merata itu bisa ada, bisa terjangkau, pandangan saya yang namanya pangkalan itu punya jatah penyaluran,” katanya.
Rudy menyampaikan, Pemkab Garut sebelumnya telah mengeluarkan surat keputusan menaikkan gas subsidi 3 kg dari Rp16.500 menjadi Rp19.500 per tabung. Jika ada yang menjual tidak sesuai HET maka akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Keputusan kenaikan harga gas subsidi itu, karena disesuaikan dengan beban operasional tinggi yang dikeluhkan oleh pengusaha,” terangnya.
Namun, tambah Rudy, kenaikan harga akhirnya ditunda dulu karena perlu dilakukan kajian kembali, termasuk menyelesaikan permasalahan keberadaan pangkalan yang harus mudah dijangkau masyarakat.
“Kita akan melakukan penghitungan kembali, karena kita ingin memenuhi pangkalan sebenarnya, supaya pangkalan mendapatkan untung lebih banyak daripada agen,” katanya.
Rudy menyatakan sebanyak 1.400 pangkalan gas subsidi yang saat ini ada di Kabupaten Garut dinilai sudah cukup untuk membantu memudahkan masyarakat mendapatkan gas sesuai dengan HET. (Ant)



.png)
























