GOSIPGARUT.ID — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Mushalla Indonesia (Fahmi Tamami) Kabupaten Garut menggelar acara Sarasehan 2 bertempat di STAIDA Muhammadiyah, Minggu (19/3/2023). Hadir dalam acara tersebut empat nara sumber, mulai dari politisi hingga konsultan.
Ketua panitia pelaksana, Aep Saepudin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama dalam menyukseskan acara Sarasehan 2.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para narasumber yang telah memberikan pencerahan dan kajian secara mendalam tentang “Menakar potensi SDA dan SDM menuju Kabupaten Garut yang maju, mandiri, sejahtera dan juara.”
Pihaknya berharap, Sarasehan menjadi jembatan untuk menambah persaudaraan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Menurut Ketua MPC Fahmi Tamami Garut itu, tema yang diusung untuk menggali potensi SDA yang belum ada menjadi ada, memberdayakan serta mengoptimalkan potensi yang sudah ada menjadi lebih baik, maju, mandiri, sejahtera dan juara lahir bathin, bahagia di dunia selamat di akhirat.
Nara sumber pertama, politisi dari Partai Ummat, Ismail Satriyanto, mengaku kurang tertarik membahas Sumber daya alam (SDA) karena tidak ada korelasinya dengan kemajuan. Menurutnya, SDA bisa berguna atau tidak dikembalikan kepada SDM-nya. Jika Garut ingin maju harus memahami sumber daya umat.
“Jika umatnya maju maka Garut akan berkembang,” ungkap Ismail.
Ia menyampaikan, alangkah bodohnya seorang pemimpin banyak membuat program tapi manfaatnya tidak dirasakan masyarakat. Ismail menyebut, ada dua syarat jika Kabupaten Garut ingin maju. Yakni, perkuat keimanan dan bangun persaudaraan.
“Perioritas kita harus pada peningkatan keimanan agar mendapatk pertolongan Allah SWT serta selalu mendorong umat agar shalat berjamaah di masjid serta selalu di awal waktu,” tandasnya.
Nara sumber kedua, yakni anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi, mengatakan sumber daya manusia (SDM) merupakan modal utama bagi kemajuan suatu daerah. Untuk memakmurkan Garut, maka SDA yang ada harus dioptimalkan potensinya sehingga bisa mendatangkan PAD yang lebih besar.
“Banyak orang Garut yang sukses di tingkat Nasional. Saatnya sekarang untuk melakukan akses bagaimana mengoptimalkan SDA dan SDM menuju Garut yang bertaqwa, maju dan sejahtera sesuai visi pemerintahan Rudy Gunawan-Helmi Budiman,” ujarnya.
Pertanyaanya, lanjut Enjang, sudahkah Garut bisa mewujudkan visi yang diinginkan? Menurutnya, visi misinya sudah baik karena dibuat oleh para ahli dan anggarannya sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya.
Enjang menuturkan, Kabupaten Garut harus memiliki kemandirian di bidang peternakan. Semisal, pakan ternak yang memadai. Lalu di bidang pertanian, pupuk harus tersedia. Dengan begitu, petani bisa bercocok tanam dengan baik. Pasalnya, saat ini harga pupuk mahal dan langka.
“Masih banyak SDA Garut yang bisa digali dan dioptimalkan,” ucapnya.
Nara sumber ketiga dari Gerakan Pilihan Sunda Jabar, Andri Perkasa Kantaprawira menegaskan, konstalasi politik Garut selalu dicekoki orang-orang yang tidak punya keinginan Garut maju, mandiri, sejahtera dan juara.
Orang Garut banyak sukses menjadi pengusaha dan pejabat di tingkat Nasional. Bisa tidak untuk dipikirkan bersama-sama tentang bagaimana konsep pembangunan Garut yang modern agar wisatawan mananegara berkunjung dan investasi.
“Saya usulkan agar tidak berjalan sendiri. Artinya, maju bersama seluruh elemen masyarakat Garut. Ini perlu ada sebuah kongres orang Garut,” katanya.
“Harus ada kolaborasi semua elemen. Harus ada lompatan jauh ke depan sehingga Garut bisa lebih maju lagi, bangkit dan berprestasi dalam segala bidang pembangunan,” Andri menambahkan.
Salah satu solusi agar lebih terfokus ke arah pembangunan dan pengoptimalan SDM, maka Garut harus dimekarkan menjadi Garut Raya (Kabupaten Garut, Garsel, dan Gatra).
Untuk mewujudkan semua itu, perlu wakil orang Garut yang duduk di DPR dan DPD RI. “Jika kita punya wakil di Senayan, maka peluang untuk mempercepat pengesahan CPDOB yang ada di Jawa Barat menjadi lebih besar,” ujarnya.
Sementara narasumber terakhir dari Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jabar, Ugan Djuanda menegaskan, tidak ada negara yang maju kalau konsultannya tidak maju. Menurutnya, harus ada kolaborasi dari semua potensi yang ada. Baik itu SDA maupun SDM-nya.
Ketua Inkindo Jawa Barat ini mengatakan, SDA dan SDM Garut sangat unggul. Mari kita tingkatkan IPM agar menjadi kabupaten yang maju dan mandiri. Tingkatkan juga pendidikannya, maksimalkan Kesehatan dan tingkatkan ekonomi/daya beli masyarakatnya.
“Insya Allah Garut akan maju. Syaratnya, semua orang Garut mau berkarya. Sehingga julukan Swiss van Java dapat terwujud Kembali,” tutup Ugun. (FJ)



.png)





