Jawa Barat

Denmark Matangkan Sejumlah Proyek di Jabar, Salah Satunya PLTB di Garut Selatan

×

Denmark Matangkan Sejumlah Proyek di Jabar, Salah Satunya PLTB di Garut Selatan

Sebarkan artikel ini
Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen, belum ini bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Mason Pine Hotel, Kabupaten Bandung Barat. Pertemuan kedua pejabat tersebut dikabarkan guna mematangkan sejumlah proyek yang akan dijalankan Negara Denmark di Jawa Barat.

Wagub Uu Ruzhanul mengungkap bahwa program-program kolaborasi bersama Denmark baik yang sudah, sedang, dan akan dilangsungkan sangat berarti untuk Pemprov Jabar, yang sekaligus menjadi dorongan bagi Pemprov melayani masyarakat dengan prima.

Ia menyebut, inti dari kerja sama setidaknya harus mendorong percepatan pada tiga sektor pembangunan, yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. “Denmark salah satu negara yang banyak berkolaborasi dengan Jawa Barat,” tutur Uu.

Disebutkan, ada salah satu program kerja sama Jabar-Denmark berhasil menyabet rekor MURI bertajuk Affordability Project. Proyek ini merupakan program pemeriksaan kesehatan gula darah dan risiko faktor penyakit tidak menular, termasuk diabetes di daerah terpencil di Jabar pada 2022 yang tembus hingga 11.000 orang.

Baca Juga:   Asyiknya Liburan Akhir Tahun di Pantai Cijeruk Garut Selatan Sambil Makan Nasi Timbel Ramai-ramai

Selain itu, program lainnya yang terus dimatangkan, yakni pembangunan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pemulihan air (waste water treatment) di DAS Cilamaya, Kabupaten Karawang.

Terdapat pula program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin berskala besar di Garut Selatan dengan menggandeng salah satu perusahaan dari Denmark. Direncanakan PLTB tersebut akan dibangun di tiga kecamatan, yakni Pameungpeuk, Cibalong, dan Cisompet.

“Program ini dilaksanakan agar kebutuhan listrik Jawa Barat terpenuhi dengan tenaga angin tersebut,” ucap Uu Ruzhanul.

“Di Jabar banyak universitas, investasinya besar, tetapi kemiskinannya juga tak bisa dihindari. Oleh karena itu, Kedutaan Denmark membawa ahli dalam bidang teknologi kesehatan dan SDM untuk membantu kami melaksanakan roda pemerintahan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jabar,” sambung dia.

Baca Juga:   Seperti Desa Cinta Garut, Jawa Barat Berencana Kembangkan Program "Social Enterprise" di Desa

Uu Ruzhanul berharap seluruh program yang dikerjasamakan bisa berjalan baik dan memiliki efek domino untuk kesejahteraan masyarakat Jabar.

Di samping itu, Wagub mengungkap bahwa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum akan berakhir sekitar enam bulan yang akan datang, maka ia berpesan kepada Dubes Denmark supaya program dan kerja sama yang dijalankan tetap berlanjut siapapun pemimpin Jabar berikutnya.

“Saya berharap kerja sama terus dilanjutkan meskipun berbeda kepemimpinan karena kesinambungan program yang diberikan Pemerintah Denmark sangat berarti dan dinantikan kembali sehingga pergantian pimpinan tidak berarti mengakhiri kerja sama ini,” pesan Uu.

Duta Besar Denmark Lars Bo Larsen mengatakan, dari sisi investasi, pihaknya berharap Denmark bisa menjadi salah satu dari “Top 5” atau lima negara yang tertinggi investasinya di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:   KDM Ingatkan Etika Penyampaian Aspirasi Supporter Persikas: Tak Boleh Gunakan APBD untuk Klub Sepakbola

Ia pun mengungkap telah mengunjungi beberapa kota/kabupaten di Jabar dalam rangka kunjungan kerja sama, salah satunya ke Sumedang.

Senada dengan Uu, Lars Bo Larsen juga mengungkap pengalaman kerja sama pada 2022 dengan Pemda Provinsi Jabar melakukan diabetes screening . Ia menginginkan kolaborasi dengan capaian besar semacam ini dapat berkelanjutan.

“Jawa Barat berkolaborasi dengan Denmark dan sudah dilakukan mapping , kita sudah memilih Jabar untuk pilot project pembangunan berkelanjutan,” kata Larsen.

Sejumlah pemetaan pun telah dirancang mulai dari soal energi baru terbarukan, kerja sama industri yang sifatnya long-term, program kesehatan, dan program-program lainnya yang mendukung percepatan pembangunan di Jabar.

“Kami ingin melanjutkan kolaborasi ini ke next level,” ungkap Larsen. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *