GOSIPGARUT.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut telah menemukan sebanyak 2.700 pasien ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) dari jumlah keseluruhan sebanyak 3.500 pasien. Wakil Bupati Helmi Budiman mengatakan, hal ini tentunya merupakan prestasi besar.
“54 persen sekitar lebih daripada 60 persen lah, Alhamdulilah kita sudah bisa menemukan 60 persen (ODGJ). Ini prestasi, dan rakyat kita adalah bahwa tidak ada yang dipasung,” ujarnya, saat menyaksikan kegiatan evakuasi ODGJ yang dilaksanakan di Klinik Atma, Kampung Cipatat, Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Kamis (27/10/2022). Sebanyak 28 pasien ODGJ dievakuasi dan akan dirawat oleh Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor.
Helmi mengungkapkan, pihaknya menginginkan tidak ada pasien ODGJ yang dipasung. Untuk itu, pihaknya akan langsung turun ke lapangan jika terdapat laporan yang menyebutkan bahwa terdapat pasien ODGJ yang dipasung di Kabupaten Garut.
“Tidak ada (yang dipasung), kalau ada yang dipasung nanti laporkan, kami akan turun langsung ke lapangan, karena kita yang dipasung itu harus nol ya, karena sama saja sama-sama (penyakit), penyakit jiwa juga sama penyakit pak gitu,” ucapnya.
Kepala Dinkes Garut, Maskut Farid, menjelaskan, ada beberapa tujuan yang saat ini sedang diusahakan oleh pihaknya yaitu di antaranya adalah ingin Garut bebas dari pemasungan pasien ODGJ. Selain itu, ia juga menginginkan agar semua pasien ODGJ bisa mendapatkan pengobatan secara teratur.
“Kami juga ingin bekerjasama dengan lintas sektor untuk meningkatkan ekonomi dari keluarga ODGJ, terutama bagi keluarga yang tidak mampu. Inilah yang harus kami serahkan dan juga edukasi pada warga supaya ODGJ ini ketika berobat jalan bisa kondusif di rumah dan tidak timbul kasus baru dan juga tidak kumat lagi,” kata dia. (Yan AS)



.png)





















