GOSIPGARUT.ID — Berita soal rusak dan kotornya MCK milik SDN 3 Limbangan Timur, Kecamatan Limbangan, sampai juga ke telinga anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut — Dedi Kurniawan, SE, M.Si. Menanggapi pemberitaan tersebut, ia mengaku cukup prihatin.
Namun, kata dia, masyarakat harus maklum dengan kondisi itu. Sebab rusaknya MCK, ruangan belajar, dan kekurangan ruang kelas untuk belajar, bukan hanya di SDN 3 Limbangan Timur saja, tapi hampir merata mulai dari Garut utara sampai Garut selatan. Baik di perkotaan maupun perdesaan.
“Untuk itu kami meminta sekolah untuk lebih serius dalam memperhatikan ini, terutama bersinergi dengan masyarakat dan pemerintahan desa setempat. Jika sekolah, komite, pemerintahan desa bersinergi insya Allah kondisi mengkhawatirkan itu tidak akan terjadi,” ujar Dedi, Sabtu (18/9/2021).
Ia menuturkan, jika semua sekolah mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah dan pusat, mau sampai kapan sarana tersebut bisa berfungsi dengan baik.
“Lagi pula dari biaya operasional sekolah (BOS) ada 5 persen untuk pemeliharaan. Jika suatu sekolah mempunyai siswa 275 rasanya cukup anggaran 5 persen dari BOS untuk pemeliharaan MCK,” tutur Dedi.
Untuk itu, tambah dia, pihaknya sebagai koordinator bidang sekolah dasar (SD) di Dewan Pendidikan akan memperhatikan betul realisasi BOS agar lebih tepat sasaran. Pihaknya pun meminta anggaran BOS yang 5 persen untuk pemeliharaan jangan sampai dikurangi agar sarana pendidikan seperti pintu, kaca, WC, pengecatan, dan lain-lain terpelihara dengan baik.
“Di samping harus tetap memperhatikan guru honorer yang selama ini sangat membantu keberlangsungan dunia pendidikan,” tandas Dedi.
Menurut dia, saat ini Dewan Pendidikan Garut sedang nenggodog rencana program “Gerakan Ayo Merawat Sekolah”. Alasan program itu diluncurkan, karena secara umum sekolah rusak akibat penyelenggara sekolah abai terhadap kerusakan-kerusakan kecil yang lama kelamaan bisa mengakibatkan rusak berat, walaupun ada faktor alam juga.
“Kami juga tetap mendesak pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk lebih fokus memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Garut,” pungkas Dedi. ***



.png)









