Bupati Garut Akan Lakukan Langkah Antisipasi Terhadap Bentuk Intoleransi dan Radikalisme

Bupati Garut Akan Lakukan Langkah Antisipasi Terhadap Bentuk Intoleransi dan Radikalisme

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Tahun Depan Dihapus, 400 Ribu Tenaga Honorer Akan Didorong Mengikuti Skema PPPK

Tahun Depan Dihapus, 400 Ribu Tenaga Honorer Akan Didorong Mengikuti Skema PPPK

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

Tenaga Honorer Akan Diganti Pekerja Outsourcing, Inilah Besaran Gajinya

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Salah Satu Mobil Arteria Dahlan Tercatat Nunggak Pembayaran Pajak Selama 16 Bulan

Salah Satu Mobil Arteria Dahlan Tercatat Nunggak Pembayaran Pajak Selama 16 Bulan

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
ICMI Muda Garut Tengah Berproses dalam Pengadministrasian Organisasi di Kesbangpol

ICMI Muda Garut Tengah Berproses dalam Pengadministrasian Organisasi di Kesbangpol

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Bupati Rudy Gunawan Instruksikan Pegawai Pemkab Garut Segera Laksanakan Vaksinasi Booster

Bupati Rudy Gunawan Instruksikan Pegawai Pemkab Garut Segera Laksanakan Vaksinasi Booster

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Empat Hal yang Mesti Disiapkan Desa Wisata Agar Bisa Menarik Wisatawan

Empat Hal yang Mesti Disiapkan Desa Wisata Agar Bisa Menarik Wisatawan

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Sudah 80 Persen Pusat Perbelanjaan di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter

Sudah 80 Persen Pusat Perbelanjaan di Garut Jual Minyak Goreng Rp14 Ribu/Liter

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Potret Wajah Baru Alun-alun Garut Raih Penghargaan dari Gallery Photografi Indonesia

Potret Wajah Baru Alun-alun Garut Raih Penghargaan dari Gallery Photografi Indonesia

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More
Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

Alun-alun Garut Segera Difungsikan dengan Wajah Baru Senilai Rp12,7 Miliar Lebih

GOSIPGARUT.ID -- Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan...
Read More

Wabup Helmi Budiman: Tidak Benar Ada Pemotongan Dana Insentif Nakes di Garut

  • Bagikan
Wabup Garut Helmi Budiman. (Foto: A Sopyan)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman memastikan tidak ada pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) seperti yang dituduhkan dan besaran uang sudah diberikan sesuai dengan kemampuan anggaran Pemkab Garut.

“Jadi, tidak benar ada pemotongan,” kata dia seraya menuturkan bahwa Helmi telah mengetahui informasi adanya nakes mengeluhkan soal besaran dana insentif yang diberikan pemerintah daerah, bahkan besarannya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya tahun 2020 anggaran insentif nakes bersumber dari APBN atau pemerintah pusat. Sedangkan saat ini anggarannya diserahkan ke pemerintah daerah dengan besaran disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Baca Juga:   Wabup Garut Imbau Masyarakat Tetap Jaga Kondusifitas Saat Pilkades

“Untuk tahun ini dari APBN tidak ada, diserahkan kepada daerah sesuai kemampuan. Makanya daerah kita juga tetap memberikan insentif cuman sesuai dengan kemampuan daerah, tidak sama dengan dana yang diberikan dari APBN,” ujar Helmi.

Ia menjelaskan, perbedaan dana insentif itu seperti tahun sebelumnya yang bersumber dari APBN untuk dokter spesialis menerima Rp15 juta. Namun saat ini dari pemerintah daerah diberikan Rp8 juta sesuai dengan kemampuan anggaran.

Baca Juga:   Ribuan Kilogram Eceng Gondok Dibersihkan Tim Gabungan dari Sungai Cimanuk

“Jadi memang ada perbedaan antara tahun ini dengan tahun kemarin. Kenapa, karena sumbernya berbeda, dan APBD khususnya dengan kemampuan APBD yang ada sekarang,” kata Helmi.

Meskipun ada perbedaan, ia berharap semua nakes yang bekerja di tempat pelayanan kesehatan pemerintah tetap melaksanakan tugasnya dengan baik, terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Helmi menyampaikan pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhirnya. Untuk itu, semua nakes tetap memberikan pelayanan secara maksimal, terutama dalam menangani wabah Covid-19.

Baca Juga:   Korban Terdampak Reaktivasi Jalur KA Garut Kena Tipu, Uang Kerohiman Melayang

“Kami berharap tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 tetap bersemangat, karena wabah ini masih terus, belum terlihat tanda-tanda berakhir. Cuman alhamdulillah ada penurunan sekarang,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah nakes di Garut melalui media sosial maupun media massa mempertanyakan besaran dana insentif yang beberapa hari lalu baru diterimanya. Mereka mempertanyakan ada perbedaan besaran yang diterima tahun ini yaitu lebih kecil, berbeda dengan tahun sebelumnya dinilai cukup besar. (Ant)

  • Bagikan

Comment