Kesehatan

Waspada, Empat Ciri Anak yang Sudah Kecanduan Gadget

×

Waspada, Empat Ciri Anak yang Sudah Kecanduan Gadget

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Anak kecanduan gadget.

GOSIPGARUT.ID — Penggunaan ponsel atau gawai (gadget) terus menerus ternyata memberikan dampak negatif hingga taraf adiksi. Tak cuma pada orang dewasa saja, kecanduan gawai juga bisa menyerang anak-anak.

Buntutnya, banyak dari anak usia 7 sampai 15 tahun mengalami adiksi atau kecanduan gawai hingga terpaksa menjadi pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Jawa Barat, untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Berdasarkan catatan RSJ Cisarua pada bulan Januari hingga Februari 2021 terdapat 14 anak alami kecanduan gawai yang menjalani rawat jalan. Sementara pada tahun 2020 rentang bulan Januari sampai Desember total ada 98 anak yang menjalani rawat jalan gegara kecanduan gawai.

Lantas bagaimana gejala dan ciri-ciri yang ditimbulkan dari kecanduan gawai pada anak-anak?

Baca Juga:   Di Puskesmas Cisewu, Dokter Gigi Gita Maisyarah Zulfi Kini Buka Praktek Sore Hari

1. Cenderung emosional

Anak yang mengalami kecanduan gawai memiliki gejala yang mudah emosi dan cenderung ekspresif jika keinginannya tak dipenuhi atau ketika ada pelarangan mengakses gawai oleh orangtua.

Hal itu pula yang biasanya mendasari orangtua membawa anak-anaknya ke RSJ Cisarua untuk melakukan sesi konsultasi hingga menjalani tahapan rawat jalan jika dirasa sudah sangat diperlukan.

“Ketika dilarang langsung ekspresi emosinya sangat tinggi. Bisa melempar barang, bahkan bisa mengancam dengan senjata tajam kalau tidak dituruti permintaannya, seperti ponsel dan kuota,” kata Sub Spesialis Psikiater Anak dan Remaja RSJ Cisarua Lina Budianti.

2. Bisa lupa makan dan minum

Anak-anak yang kecanduan mengakses gawai juga banyak yang sampai lupa waktu bahkan untuk sekadar makan maupun minum. Mereka menganggap bermain games di gawai atau mengakses media sosial lainnya lebih penting.

Baca Juga:   Lima Puskesmas di Garut Berstatus Madya, Satu di Garut Selatan

Pada sejumlah kasus tertentu bahkan ada anak yang sampai mengalami dehidrasi lantaran tak beranjak dari posisinya saat bermain game dalam waktu yang teramat lama.

“Sempat ada pasien anak yang datang ke sini dengan kondisi dehidrasi karena kurang minum. Mereka akan sulit makan karena merasa ya main ponsel lebih penting,” tuturnya.

3. Mengurung diri

Pada kebanyakan kasus kecanduan gawai anak-anak lebih memilih mengurung diri dan mengurangi intensitas berinteraksi dengan teman sebayanya. Hal itu diperparah dengan minimnya pengawasan dari orang tua.

Anak yang sering mengurung diri juga berpotensi mengalami masalah pada interaksi sosialnya. Mereka lebih senang menyendiri daripada bergaul.

Baca Juga:   Duh... Di Desa Situsaeur Karangpawitan Terdapat 52 Balita Stunting, Sekda Garut Lakukan Ini

4. Agresif dan bisa melukai

Dalam kondisi tertentu, anak-anak yang mengalami kecanduan gawai bahkan tak segan mengancam orang lain dan dirinya sendiri tatkala keinginannya mengakses gawai tak dipenuhi.

Kondisi itu merupakan buntut dari ekspresi emosional yang mereka alami karena sudah berada dalam taraf adiksi gawai. Orang tua akhirnya akan kesulitan melakukan pembatasan jika anak sudah berlaku demikian.

“Ketika dilarang langsung ekspresi emosinya sangat tinggi. Bisa melempar barang, bahkan bisa mengancam dengan senjata tajam kalau tidak dituruti permintaannya, seperti ponsel dan kuota,” ujarnya. (dtc)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *