Opini

Melihat KLB Demokrat Ala Moeldoko, Mat Peci pun Akan Beristighfar

×

Melihat KLB Demokrat Ala Moeldoko, Mat Peci pun Akan Beristighfar

Sebarkan artikel ini
Asep Lukman. (Foto: Istimewa)

Oleh: Asep Lukman

SAYA bukan orang yang menaruh simpati tinggi pada langkah politik partai-partai di Indonesia, tak terkecuali langkah politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kroninya.

Alasanya, hari ini masyarakat dengan mudah dapat melihat dan merasakan betapa ambisinya para penjabat itu pada harta dan jabatan. Mereka berkumpul seolah penuh keharmonisan dalam membangun koalisi jika kebagian jatah uang dan kedudukan. Sebaliknya, bagi yang tidak dapat bagian, mereka menunjukkan sikap antipati, saling caci, saling maki.

Tontonan itu dilihat manusia setiap hari. Rakyat yang lemah tak bisa berbuat apapun kecuali berharap dapat kebagian setetes manis madu negara, selebihnya putus asa dan memilih apatis dengan keadaan karena merasa mustahil mendapat giliran.

Baca Juga:   Menduga Sikap Bupati Garut Hadapi Demonstrasi pada PPKM Darurat Perpanjangan: Melarang atau Tidak?

Khusus menyoroti Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diaktori Moeldoko, saya tidak akan panjang lebar untuk mengomentarinya.

Menurut saya, seorang Mat Peci — pencuri legendaris dari Garut — pun pasti beristighfar jika melihat pencuri ayam mengambil ayam dengan kandangnya, sertifikat tanahnya, dan sekaligus tai ayamnya di siang hari dengan strategi mengaku diri sebagai ahli warisnya.

Lalu deklarasi di depan para penjahat kawakan menyebut diri seorang mafia hebat dan sportif. Kenapa demikian? Saudara sekalian, ingatlah, karena seekor kucing pun tahu bagaimna etisnya mencuri ikan di atas meja makan.

Baca Juga:   Apa yang Salah dari Pedagang Kaki Lima? Ini Jawaban Pengamat Asep Lukman

Jangan salah paham, saya tidak sedang mengutuk tujuan Moeldoko atau mencibir kebiasaan politisi yang gemar saling bajak membajak itu. Tapi, saya hanya merasa heran saja dengan cara yang dilakukanya.

Sebenarnya, siapa sih yang jadi pembisiknya itu atau memang murni inisiatif dirinya. Lain kali boleh kenalan sama saya, biar saya kasih tahu bagaimana cara mencopet duit di saku tanpa terasa pemiliknya, atau cara membajak pesawat ulang alik dengan cara yang legal meskipun tak harus cara yang halal.

Baca Juga:   Apa Benar Pancasila yang Mengusir Warga Bangsa? (Catatan: Asep Lukman)

Jika diibaratkan politisi itu serang bajak laut ulung, maka Moeldoko, karena langkahnya yang tidak etis itu bisa disebut pencoleng amatiran. Penjahat seperti itu bisa saja menderita diterjang sakit kepala bukan karena serangan dari musuhnya, tapi tertekan karena dicibir dan dibully para penontonnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *