Berita

Longsor Cilawu, Pasokan Listrik di Priangan Timur Terancam Terganggu

×

Longsor Cilawu, Pasokan Listrik di Priangan Timur Terancam Terganggu

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pasokan listrik.

GOSIPGARUT.ID — Pasokan listrik di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, terancam terganggu akibat longsor yang terjadi di Kampung Cipager, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Hingga saat ini longsor masih terjadi dan mengancam menara saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang ada di wilayah tersebut.

Supervisor Pemeliharaan Jaringan PLN (Perusahaan Listrik Negara) ULTG (Unit Layanan Transmisi Gardu Induk) Garut, Hari Sabar Akbar mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus memantau kondisi longsor di sekitar Desa Karyamekar.

“Satu tower SUTT ada di sekitar lokasi, jadinya kita terus ikuti perkembangan bencananya. Kondisi terakhir memang tower SUTTnya masuk zona merah,” kata Hari, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga:   RSUD Slamet Garut Jadi Rujukan Penanganan Virus Corona di Priangan Timur

Karena kondisi longsor yang terus terjadi, saat ini lokasi tower SUTT tinggal sekitar 8 meter dari titik longsor. Jika longsoran terus terjadi, maka bukan tidak mungkin tanah di tempat berdirinya tower ikut terkena imbasnya.

“Tower SUTT yang di sana itu subsistem Tasikmalaya, jadi dari Garut mengirim ke wilayah Tasikmalaya. Yang terancam pasokan listriknya adalah wilayah Priangan Timur, Jawa Barat. Saat ini tower terus dipantau, semoga tidak terjadi longsoran lanjutan,” sebutnya.

Baca Juga:   Tersesat Ikuti Google Maps, Warga Limbangan Bertahan Berjam-jam di Hutan hingga Dievakuasi Polisi Dinihari

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Camat Cilawu, hingga saat ini memang masih terjadi longsor susulan.

Diketahui jumlah pengungsi akibat peristiwa tersebut mencapai 253 jiwa dari 76 KK yang ada di sekitar lokasi. “Kemungkinan ada penambahan karena longsor masih terjadi, apalagi hujan masih terus turun mengguyur wilayah Kabupaten Garut,” kata dia.

Berdasarkan hasil pendataan, hingga saat ini setidaknya 16 rumah di lokasi tersebut sudah tidak bisa ditinggali, sedangkan sisanya terancam karena cukup dekat dengan lokasi longsor. Untuk kerugian pihaknya masih melakukan pendataan, namun diperkirakan miliaran rupiah.

Baca Juga:   Kasus Pelemparan Masjid di Garut, Polisi: Masalah Keluarga

“Warga yang terdampak saat ini ada yang tinggal di pengungsian, ada juga yang tinggal di rumah saudara atau kerabatnya. Untuk sementara, Alhamdulillah pasokan logistik sehari-hari masih bisa terpenuhi,” ujar Tubagus. (Mrdk)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *