oleh

Langgar PSBB, Tiga Kolam Renang di Garut Disegel, Salah Satunya Milik Pemkab

GOSIPGARUT.ID — Tim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menyegel tiga kolam renang yang ada di kawasan wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (19/1/2021). Ketiga tempat itu disegel karena dianggap bandel melanggar aturan saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) proporsional diberlakukan.

Ketiga kolam renang yang disegel tim gabungan dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Satpol PP Kabupaten Garut adalah Antralina, Cipanas Indah, dan Tirta Kencana. Satu dari tiga kolam renang yang disegel, Cipanas Indah adalah milik pemerintah Kabupaten Garut yang saat ini dikelola oleh pihak swasta.

“Tim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, hari ini menyegel 3 kolam renang di kawasan Cipanas karena ngebandel melanggar. Saya bersama Kapolres, Kajari, dan Satpol PP melakukan penyegelan langsung. Salah satunya adalah kolam renang milik Pemkab Garut, Cipanas Indah,” kata Wakil Satgas Penanganan Covid-9 Kabupaten Garut yang juga Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar.

Baca Juga:   Pasar Desa di Garut Jadi Sepi Paskarevitalisasi, APPSI: Ada 5 Faktor Penyebabnya

Sebelum disegel, ungkap dia, ketiga tempat tersebut sudah diingatkan dua kali agar tidak membuka tempatnya dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Namun, walau dua kali sudah diingatkan, ketiga tempat itu tetap ngeyel dan mengulang lagi pelanggarannya.

Ketiga tempat itu, disebut Deni, selama ini tetap membuka kolam renangnya untuk warga.

“Mereka bukanya bahkan sampai malam hari. Secara aturan PSBB proporsional, seharusnya kolam renang tidak dibuka, apalagi sampai malam hari. Oleh karena itu kami segel sampai 25 Januari,” sebutnya.

Baca Juga:   Soal Pembangunan Kolam Renang, Ridwan Kamil: Saya yang Mengusulkan

Selama PSBB proporsional diberlakukan di Kabupaten Garut, seluruh tempat wisata, termasuk di dalamnya kolam renang memang tidak diperbolehkan untuk dibuka. Walau begitu, hotel atau penginapannya diperkenankan melayani tamu sebanyak 25 persen dari kapasitas seluruhnya.

“Walau hotelnya boleh buka, kolam renangnya enggak boleh dibuka, termasuk untuk tamu. Tamu kalau mau berendam bisa di kamar masing-masing yang sudah disediakan,” ungkap Deni.

Baca Juga:   Bupati Rudy: Seribu Rumah di Talegong dan Cisewu Harus Dipindahkan

Ia memastikan bahwa tim satgas akan melakukan penegakan aturan dengan tegas tanpa pandang bulu kepada seluruh yang melakukan pelanggaran selama PSBB proporsional diberlakukan di Kabupaten Garut. Hal tersebut menurutnya harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. (Mrdk)

Komentar

Berita Terkait