Wisata

Karangparanje, Pantai Indah di Garut Selatan Sebagai Pelepas Penat di Tengah Deburan Ombak

×

Karangparanje, Pantai Indah di Garut Selatan Sebagai Pelepas Penat di Tengah Deburan Ombak

Sebarkan artikel ini
Pantai Karangparanje di Kecamatan Cibalong, Garut Selatan. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Wisata Pantai Karangparanje di Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, ibarat perawan seksi yang tersembunyi. Pantainya yang indah itu dipagari karang serta pasir yang masih bersih. Sangat cocok untuk melepas penat dengan menikmati keindahan alam sembari mendengar deburan ombak yang memecah karang.

Di atas karang ada gazebo yang sengaja dibuat bagi pengunjung yang ingin beristirahat menikmati laut lepas dan deburan ombak. Tempatnya yang strategis sehingga bisa menikmati panorama laut lepas dari berbagai sudut.

Akses menuju Pantai Karangparanje pun tidaklah sulit, hanya ratusan meter dari jalan raya Pameungpeuk – Cibalong dengan kondisi jalan mulus berhotmix. Untuk masuk ke lokasi wisata memang belum ada karcis masuk, hanya jasa tukang parkir saja, itupun tarifnya tidak ditentukan.

Baca Juga:   Tiga Hari Tenggelam di Pantai Sancang, Pemuda Ini Ditemukan Tak Bernyawa

Penginapan sudah ada di sekitar lokasi wisata dengan tarif antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per malam. Meski tidak ada aktifitas nelayan yang mencari ikan, namun bagi pengunjung yang ingin membakar ikan bisa disediakan di warung-warung yang berjejer di sepanjang pantai. Pengelola warung biasanya membeli ikan dari TPI Santolo Kecamatan Pameungpeuk, yang jaraknya tidak begitu jauh.

Baca Juga:   Pemkab Garut Luncurkan Bus Sonagar untuk Dongkrak Potensi Pariwisata

Menurut petugas parkir, Yadi, objek wisata Pantai Karangparanje memang belum begitu terekspose karena baru dibuka beberapa tahun ke belakang. Di pantai ini pengunjung dilarang untuk berenang karena ombak yang sangat besar.

Seorang warga Kampung Pasirsari, Desa Karyasari, Liwon dan istrinya sengaja membuka warung kopi dan makanan ringan bagi pengunjung yang datang ke lokasi wisata. Kepada tamu yang datang, Liwon sering mempersilahkan untuk beristirahat di tenda warungnya meski tidak menyewa penginapan.

Baca Juga:   Wabup Garut Cek Kesiapan Pelaksanaan KBM Tatap Muka di Garut Selatan

“Sejak saya berhenti bekerja di perkebunan saya membuka warung untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Meski penghasilan tidak menentu, tapi bisa untuk menyambung kehidupan keluarga sudah cukup,” terangnya.

Diakui Yadi dan Liwon, pengunjung Pantai Karang Paranje hanya ramai di waktu libur saja. Namun sejak ada pandemi Covid-19, pengunjung menurun drastis. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *