Berita

Mengungkap Makna Acungan Jari Tengah Ade Londok untuk Warga Cisewu

×

Mengungkap Makna Acungan Jari Tengah Ade Londok untuk Warga Cisewu

Sebarkan artikel ini
Ade Londok dalam video yang menyebutkan urang Cisewu sembari mengacungkan jari tengah. (Foto: Tangkapan layar video Ade Londok)

GOSIPGARUT.ID — Ade Londok, pria asal Bandung yang mencuri perhatian warganet saat mempromosikan Odading Mang Oleh dan videonya viral, tiba-tiba muncul dalam video barunya dengan menyebut kalimat “Warga Cisewu” dengan mengangkat jari tengah.

Dalam video berdurasi 08 detik itu, Ade Londok mengatakan “Kanggo urang Cisewu aya salam ti Ade Londok. Pokona mah ikan hiu makan opak, opak…,” kata dia sembari diakhiri dengan mengacungkan jari tengah tangan sebelah kananya.

Belum diketahui pasti apa alasan dan maksud Ade Londok menyebut “Warga Cisewu” dalam videonya itu. Juga belum dapat dikonfirmasi darinya apakah kata “Cisewu” yang disebut Ade Londok tersebut adalah merupakan suatu tempat yang berada di Kabupaten Garut bagian barat, bernama Kecamatan Cisewu.

Karena jangan-jangan kata “Cisewu” yang diomongkan Ade Londok itu, sebenarnya hanya mendengar dari orang lain dan dia sendiri tidak tahu di mana keberadaannya, apalagi pernah berkunjung ke daerah Cisewu.

Namun meski demikian, untuk sebagian warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang melihat video Ade Londok tersebut merasa yakin bahwa kalimat “Urang Cisewu” yang diucapkannya itu ditujukan kepada mereka. Selebihnya, di antara warga Cisewu ada yang merasa tersinggung oleh ucapan Ade Londok pada video yang menyangkut urang Cisewu.

Baca Juga:   Patroli Malam Polsek Bayongbong: Hidupkan Lagi Ronda, Cegah Isu Hoaks

Salah satunya netizen asal Cisewu bernama Krisna Purnama, memposting sebuah video dirinya di kanal You Tube yang mempertanyakan sekaligus meminta klarifikasi dari Ade Londok apa alasan dan maksudnya mengatakan “Urang Cisewu” dalam videonya.

Tak lama kemudian muncul lagi video Ade Londok yang hampir sama dengan video pertama, mengatakan “Urang Cisewu” dalam narasi obrolannya. Pada video ini Ade Londok mengatakan, “Kanggo urang Cisewu aya salam baktos ti komunitas tukang jahit (sambil memperlihatkan tulisan ‘tukang jahit’ pada kaos bajunya). Pokona urang Cisewu ikan hiu makan tomat, I love you so must…”

Ade Londok dalam video kedua yang juga menyebutkan urang Cisewu. (Foto: Tangkapan layar video Ade Londok)

Belum merasa puas dengan video balasan dari Ade Londok yang bukan bentuk klarifikasi soal ucapan “Urang Cisewu” itu, yang terpantau oleh GOSIPGARUT. ID Minggu (20/9/2020), Krisna Purnama juga membagikan video dirinya yang diposting di You Tube kepada rekan-rekannya di Facebook. Isi videonya, Krisna masih minta klarifikasi Ade Londok mengenai penggunaan kalimat “Urang Cisewu”.

Baca Juga:   Ade Londok Belum Klarifikasi Soal Acungan Jari Tengah, Warga Cisewu Lakukan Ini

Teu loba nu dipenta ku kuring ti Ade Londok ngan ukur menta dihampura soal omonganana nyebut ‘Urang Cisewu’ dina video nu nyebar. (Tidak banyak yang diminta dari Ade Londok selain minta maaf ihwal pembicaraannya menyebut ‘Urang Cisewu’ dalam video yang beredar),” demikian kira-kira pernyataan Krisna Purnama dalam videonya yang dibagikan di Facebook.

Postingan di Facebook itu mendapat komentar dari banyak teman Krisna Purnama yang umumnya warga asal Cisewu. Teman-teman Krisna juga mengaku tersinggung dengan omongan Ade Londok di video yang menyangkut warga Cisewu, terutama dengan acungan jari tengahnya yang bisa diartikan berupa ledekan, cemoohan, dan lain-lain.

Mengungkap arti acungan jari tengah, sebagaimana diambil dari Wikipedia menyebutkan bahwa dalam budaya Barat, mengacungkan jari tengah (juga disebut the bird atau flipping someone off dalam bahasa Inggris) adalah sebuah gestur tak senonoh. Mengacungkan jari dipandang sebagai simbol penghinaan dalam beberapa kebudayaan, terutama di Dunia Barat.

Baca Juga:   Garut Buka Pendaftaran untuk 570 Formasi CPNS dan PPPK dari 30 Juni - 21 Juli 2021

Jari tengah bahasa Inggris: middle finger, long finger atau tall finger) adalah jari ketiga pada tangan manusia, terletak antara jari telunjuk (jari kedua dihitung dari ibu jari) dan jari manis (jari keempat). Biasanya adalah jari paling panjang. Jari tengah sering digunakan untuk finger snapping bersama-sama ibu jari.

Dalam budaya mereka, jari tengah dianggap sebagai simbol alat kelamin laki-laki. Karena itu, jika kita mengacungkan jari tengah kepada orang lain, maka kita dianggap mengucapkan, “Kau mirip penis!” atau, “Kau brengsek!” Isyarat itu tentu saja dianggap sangat tidak sopan, karena mewakili umpatan kotor. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *