Berita

Pengendara Keluhkan Tak Adanya Penerangan dan Marka Jalan Jalur Cikajang-Pameungpeuk

×

Pengendara Keluhkan Tak Adanya Penerangan dan Marka Jalan Jalur Cikajang-Pameungpeuk

Sebarkan artikel ini
Jalan Cikajang-Pameungpeuk saat tertutup kabut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat, yang sering melintas di jalur Cikajang – Pameungpeuk, Kabupaten Garut, mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan dan marka jalan sepanjang jalan provinsi itu.

Betapa tidak, bagi mereka yang tengah melintas di jalur tersebut dalam kondisi tertutup kabut atau menjelang malam gelap gulita, dihantui rasa was-was karena keselamatan mereka sedang terancam bahaya.

Salah seorang pengemudi minibus asal Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Toto, mengatakan kabut tebal yang turun sejak pagi dan sore hari mengakibatkan jarak pandang sangat terbatas. Kondisi jalan yang berkelok membuat kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang melintas harus ekstra hati-hati jika tidak ingin terjadi kecelakaan.

Baca Juga:   Tokocrypto dan VIDA Bersinergi Demi Keamanan & Kenyamanan Ekosistem Kripto

“Jalur Cikajang menuju Pameungpeuk merupakan jalur ramai yang sering dilewati kendaraan. Sayang meski kondisi jalan membahayakan, tidak ada perhatian dari pemerintah maupun dinas terkait dengan membuat marka jalan sehingga pengemudi yang melintas bisa mengikuti marka yang ada dalam situasi jalan tertutupi kabut,” kata dia, Selasa (25/8/2020).

Toto menambahkan, seharusnya pemerintah memperhatikan keselamatan pengendara yang melintas. Jika tidak bisa membuat penerangan jalan, minimal ada markanya sehingga pengendara bisa mengikuti marka dan tidak keluar jalur sehingga membahayakan keselamatan.

Baca Juga:   Tokoh Garut Utara Pertanyakan Keseriusan DPRD Kawal Pemekaran Wilayah

Menurut dia, bagi pengendara yang sudah biasa melewati jalur Cikajang-Pameungpeuk kondisi jalan gelap tertutup kabut tidak jadi masalah. Namun bagi yang jarang melewati jalur tersebut, melewati jalan tertutup kabut tanpa ada marka, adalah hal menegangkan karena khawatir keluar jalur.

“Wah cukup tegang dan mata pegal karena harus konsentrasi meraba-raba arah jalan yang berbelok. Sedangkan banyak juga pengendara sepeda motor yang nekad melintas tanpa menyalakan lampu,” ujar Toto. (Respati)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *