Berita

Ngaku Bisa Masukkan Kerja di Pabrik Garut, Pria Ini Diduga Tipu Pencari Kerja hingga Jutaan Rupiah

×

Ngaku Bisa Masukkan Kerja di Pabrik Garut, Pria Ini Diduga Tipu Pencari Kerja hingga Jutaan Rupiah

Sebarkan artikel ini
TH (25).

GOSIPGARUT.ID — Modus penipuan berkedok penerimaan tenaga kerja kembali terjadi di Kabupaten Garut. Seorang pria berinisial T.H. (25), warga Kecamatan Cibatu, diduga menipu sejumlah pencari kerja dengan mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) di wilayah Cibatu.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Cibatu setelah sedikitnya empat korban melapor karena mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif mengatakan, aksi dugaan penipuan itu bermula dari unggahan lowongan kerja di Facebook pada awal April 2026. Pelaku diduga menawarkan bantuan kepada korban agar bisa diterima bekerja di salah satu perusahaan di kawasan industri Cibatu.

Baca Juga:   Membludak di Aplikasi Nyari Gawe, Ribuan Pencari Kerja Jabar Berebut 337 Lowongan

“Pelaku menggunakan akun Facebook Lite bernama ‘Tri Herdiansyah’ dan kemudian berkomunikasi dengan korban melalui inbox Facebook dan WhatsApp,” ujar Amirudin, Kamis (7/5/2026).

Dalam percakapannya dengan korban, pelaku menjanjikan proses masuk kerja yang lebih mudah dengan syarat menyerahkan sejumlah uang untuk biaya administrasi dan proses penerimaan karyawan.

Agar korban percaya, pelaku diduga menggunakan email yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia. Uang dari korban kemudian diminta ditransfer melalui rekening bank maupun aplikasi dompet digital atas nama Taufik Hidayat.

Baca Juga:   Omzet Pedagang di Festival Baso Aci Garut Capai Jutaan Rupiah

“Pembayaran dilakukan secara bertahap. Korban percaya karena pelaku membawa nama perusahaan dan meyakinkan bahwa proses penerimaan sedang berjalan,” katanya.

Namun, setelah hampir satu bulan menunggu, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi. Korban mulai curiga karena tidak ada kepastian panggilan kerja, sementara komunikasi dengan pelaku semakin sulit dilakukan.

Polisi menyebut total kerugian para korban mencapai jutaan rupiah. Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman kasus dan membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

“Kami sudah menerima laporan korban, mengumpulkan barang bukti, mendata saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Garut untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Amirudin.

Baca Juga:   Ingin Wujudkan Kabupaten Inklusif, Balon Wakil Bupati Garut Putri Karlina Kunjungi Perkumpulan Ini

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di media sosial yang meminta imbalan uang dengan janji dapat meloloskan proses rekrutmen.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan informasi lowongan kerja berasal dari sumber resmi perusahaan dan tidak mudah percaya kepada pihak yang meminta sejumlah uang,” katanya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *